Cultural Midwifery: Integrasi Nilai Budaya dan Ilmu dalam Asuhan Kebidanan
Keywords:
Cultural Midwifery, Integrasi Nilai Budaya, Ilmu Asuhan Kebidanan, kebidanan berbasis budayaSynopsis
Buku Cultural Midwifery: Integrasi Nilai Budaya dan Ilmu dalam Asuhan Kebidanan menghadirkan pandangan baru tentang praktik kebidanan yang memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan budaya lokal. Buku ini menegaskan bahwa proses kehamilan dan persalinan bukan hanya peristiwa biologis, tetapi juga peristiwa sosial, spiritual, dan budaya yang sarat makna kemanusiaan.
Dengan pendekatan lintas disiplin, buku ini menelusuri perjalanan sejarah kebidanan berbasis budaya dari masa tradisional hingga era globalisasi, menyoroti peran penting bidan sebagai penghubung antara ilmu dan nilai-nilai lokal. Penulis membahas teori dan model kompetensi budaya seperti Leininger’s Sunrise Model dan Campinha-Bacote Model, yang menjadi dasar bagi bidan dalam memahami keragaman budaya pasien.
Melalui kajian mendalam, buku ini menggambarkan berbagai praktik tradisional di Indonesia—mulai dari ritual mitoni, kanduri, hingga mappanre to-mangideng—beserta nilai sosial dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Penulis juga meninjau pantangan makanan, perilaku, serta penggunaan ramuan herbal selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas, dengan menimbang sisi positif dan risikonya dari sudut pandang evidence-based midwifery.
Selain membahas aspek tradisional, buku ini juga mengupas konsep Respectful Maternity Care (RMC) dan Cultural Safety menurut WHO, ICM, dan UNFPA, serta pentingnya penerapan etika, hukum, dan kebijakan dalam pelayanan kebidanan yang menghormati martabat perempuan.
Pada bagian akhir, penulis mengajukan gagasan integratif tentang kolaborasi antara bidan modern dan tenaga tradisional, serta strategi untuk memperkuat kompetensi budaya dalam pendidikan dan praktik kebidanan. Melalui narasi yang ilmiah sekaligus humanistik, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa pelayanan kebidanan sejati adalah perpaduan antara ilmu, empati, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat.

