Dari Titik Nol Kilometer: Transformasi Sekretariat Negara dan Lembaga di Lingkungan Kepresidenan Republik Indonesia dari Era Soeharto hingga Prabowo
Keywords:
Nol KM , Transformasi, Sekretariat Negara, Repuplik Indonesia, Soeharto, Prabowo SubiantoSynopsis
Buku ini menelusuri transformasi Sekretariat Negara dan lembaga di lingkungan kepresidenan dari era Soeharto hingga Prabowo Subianto sebagai kisah tentang tata kelola kepresidenan Indonesia. Dengan pendekatan historis-institusional, buku ini menunjukkan bahwa Setneg dan lembaga pendukung Presiden bukan sekadar perangkat administratif, melainkan simpul strategis yang menjembatani mandat konstitusional Presiden dengan mesin birokrasi negara.
Pada masa Orde Baru, sentralitas Sekretariat Negara lahir dari desain pemerintahan yang menempatkan Presiden sebagai pusat koordinasi, ditopang birokrasi terpusat, disiplin administratif, dan orientasi pembangunan. Setelah Reformasi, kantor Presiden memasuki fase pembelajaran kelembagaan: Abdurrahman Wahid menguji pemisahan fungsi untuk membatasi konsentrasi kewenangan, sedangkan Megawati mengonsolidasikan kembali dukungan kepresidenan demi stabilitas pemerintahan.
Era SBY memperlihatkan bahwa presidensialisme multipartai membutuhkan sistem pendukung yang adaptif. Adaptasi itu berlanjut pada era Jokowi dan Prabowo melalui reorganisasi yang tetap dipengaruhi oleh ketergantungan lintasan kelembagaan. Buku ini menegaskan bahwa efektivitas kantor Presiden lahir dari perpaduan struktur formal, kepercayaan personal, kapasitas manajerial, dan prosedur yang berkelanjutan.

