Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Research Articles
Accepted: 2022-03-21
Published: 2022-02-21

Hubungan Antara Gaya Mengajar Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung

STKIP Al Islam Tunas Bangsa
STKIP Al Islam Tunas Bangsa
Learning Outcomes Teaching Style Relationships Mathematics Hasil Belajar Gaya Mengajar Matematika

Vol. 1 No. 1 (2022) | Pages : 39-44

Statistics

Read: 459 | Download: 375

Crossmark and Dimension

Abstract

This study was aimed to know the relationship teaching style with the result of learning math grades. The main problem in this study is the low result of learning mathematics in grade III Elementary School 5 Bumi Waras Bandar Lampung. This study used to quantitative methods and types of correlation study. The study sample was forty-seven students by using total sampling. Data Correlation techniques using documentation, questionnaires and tests. The study showed there was a significant relationship between teaching style with the result of learning math grades. This study is based on the calculator of product-moment correlation showed rcount0.657 more than rtable0.288. The hypothesis of the analysis it can be concluded that there was a positive relationship between teaching style with the result of learning math grade III Elementary School 5 Bumi Waras Bandar Lampung with a view of rcount more than rtable CriteriaThe greater the number of correlation coefficients means the better the correlation model because the independent variable can explain the dependent variable better.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya mengajar dengan hasil belajar matematika. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika yang diperoleh siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian ini berjumlah 47 orang siswa dengan menggunakan teknik sampel total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara gaya mengajar dengan hasil belajar matematika. Hasil ini berdasarkan perhitungan korelasi product moment yang menunjukkan rhitung0.657 lebih dari rtabel 0.288. Dari analisis hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara gaya mengajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras dengan dilihat dari kriteria rhitung lebih dari rtabel . Semakin besar angka koefisien korelasi, berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih baik.

Introduction

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tujuannya mengacu dengan tujuan pendidikan nasional, jelaslah tujuan pendidikan nasional akan terwujud dengan adanya pendidikan yang sesuai atau mengarah kepada tujuan pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan bunyi pasal 3 UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan pertama kali terjadi dalam lingkungan keluarga, keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak dan memberikan pengetahuan-pengetahuan dasar pada anak, sehingga pendidikan tersebut dapat dilanjutkan ke lembaga formal atau sekolah, selain itu lingkungan masyarakat juga merupakan tempat berlangsungnya pendidikan. Pendidikan juga berkaitan erat dengan proses pembelajaran. Pembelajaran sendiri merupakan suatu proses yang melibatkan interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk bertukar informasi yakni tentang ilmu pengetahuan. Pembelajaran di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, dimana tujuan pembelajaran mengacu pada tujuan pendidikan, tanpa adanya pembelajaran tujuan pendidikan tidak bisa tercapai. Ketidakmaksimalan proses pembelajaran di sekolah-sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya permasalahan kurangnya kompetensi atau profesionalitas guru dalam mengajar, sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan kurang memadai, strategi pembelajaran yang keliru, kurikulum kurang memadai, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan minat belajar anak, atau bahkan kemampuan siswa yang masih heterogen dan masih banyak lagi permasalahan lainnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan suatu penelitian, yaitu kita harus melihat keadaan sekolah tersebut terlebih dahulu seperti keadaan fasilitas sekolah, keadaan guru, dan tata tertib karena ketiga hal tersebut adalah kondisi pendukung yang harus ada di sekolah. Berdasarkan data di lapangan sebagian nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah. Adapun jumlah siswa yang mencapai dan tidak mencapai KKM sebagai berikut : Kelas IIIA dengan jumlah siswa 26 orang, sebanyak 14 orang (54%) telah mencapai KKM sedangkan sebanyak 12 orang (46%) belum mencapai KKM. Kelas IIIB dengan jumlah siswa 21 orang, sebanyak 12 orang (57%) telah mencapai KKM sedangkan sebanyak 9 orang (43%) belum mencapai KKM. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung tahun pelajaran 2020/2021 relatif rendah. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa ada beberapa masalah yang menyebabkan kurang optimalnya perolehan hasil belajar matematika, yaitu karena dalam proses pembelajaran guru memiliki gaya mengajar yang berbeda-beda. dimana Dengan gaya berbeda akan menimbulkan berbagai respon siswa khususnya pada guru yang menggunakan gaya mengajar kurang sesuai dengan materi yang disampaikan, guru yang menggunakan gaya mengajar monoton, kurang variatif dalam menyampaikan materi, akan menciptakan suasana bosan, siswa yang kurang fokus saat pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran masing-masing guru dalam menyampaian materi memiliki gaya mengajar sendiri-sendiri yang biasanya disebut dengan Teaching Style. Gaya mengajar merupakan suatu cara atau bentuk penampilan seorang guru dalam menanamkan pengetahuan, membimbing, mengubah atau mengembangkan kemampuan perilaku dan kepribadian siswa dalam mencapai tujuan proses belajar sehingga akan berpengaruh pula terhadap hasil belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan, hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Berdasarkan uraian masalah dan data di atas, maka perlu dilakukan penelitian Hubungan Antara Gaya Mengajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras pada tahun pelajaran 2020/2021”.

Literatur Review

Gaya adalah suatu pembawaan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor alamiah seperti karakteristik. Gaya menjadi ciri khas yang dibawa seseorang dalam melakukan aktivitas. Mengajar pada hakikatnya bermaksud mengantarkan siswa mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya, dalam praktek perilaku mengajar yang dipertunjukkan guru sangat beraneka ragam. Aneka ragam perilaku guru dalam mengajar ini bila ditelusuri akan diperoleh gambaran pola umum interaksi antara guru, isi, atau bahan pelajaran dan siswa. Pola umum ini oleh Dianne Lapp dan kawan-kawan (dalam Ali,2014:57) diistilahkan dengan gaya mengajar atau Teaching Style. Menurut Thoifuri (2013:81), gaya mengajar adalah bentuk penampilan guru saat mengajar, baik yang bersifat kurikuler maupun psikologis. Gaya mengajar yang bersifat kurikuler adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran tertentu. Gaya mengajar yang bersifat psikologis adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan motivasi siswa, pengelolaan kelas dan evaluasi hasil belajar. Seseorang belajar bertujuan untuk mencapai hasil belajar yang baik. Hasil belajar merupakan hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan hasil belajar merupakan suatu pencapaian yang diperoleh siswa dalam proses belajar tersebut. Pencapaian tersebut tidak hanya menyangkut tentang pengetahuan siswa saja, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan keterampilan siswa. Pengertian tentang hasil belajar sebagaimana diuraikan di atas dipertegas lagi oleh Nawawi (dalam Susanto, 2013:5) yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah pelajaran materi tertentu. Menurut Lindgren (dalam Thobroni, 2016:22), hasil belajar meliputi kecakapan, informasi, pengertian, dan sikap. hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Menurut teori Gestalt (dalam Susanto, 2013:12) belajar merupakan suatu proses perkembangan. Artinya bahwa secara kodrati jiwa raga anak mengalami perkembangan. Berdasarkan teori ini hasil belajar siswa di pengaruhi oleh dua hal, siswa itu sendiri dan lingkungannya. Pertama, siswa: dalam arti kemampuan berpikir atau tingkah laku intelektual, motivasi, minat, dan kesiapan siswa, baik jasmani maupun rohani. Kedua, lingkungan: yaitu sarana dan prasarana, kompetensi guru, kreativitas guru, sumber-sumber belajar, metode serta dukungan lingkungan, keluarga, dan lingkungan. Susanto (2013:185) menjelaskan matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan barargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika di SD cenderung pada pengenalan konsep, serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur matematika yang kemudian dapat digunakan manusia untuk memecahkan masalahnya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika harus melalui proses yang bertahap dari konsep yang sederhana ke konsep yang kompleks. setiap konsep matematika dapat dipahami dengan baik jika pertama-tama disajikan dalam bentuk konkret. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang hampir selalu ada dan diajarkan pada semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan pada anak-anak matematika diajarkan secara informal. Berdasarkan hal tersebut, maka matematika menjadi salah satu pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh siswa. Nilai hasil belajar siswa akan menjadi salah satu faktor yang menentukan kelayakan siswa untuk naik kelas atau lulus ujian.

Methods

Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif karena data penelitian dianalisis secara statistik, kuantitatif sendiri merupakan penelitian yang dilakukan di kancah atau medan terjadinya gejala-gejala di mana data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam bentuk angka statistik untuk dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi, menurut Arikunto (2013:4) penelitian korelasi adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan, atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung. Penelitian ini dharapkan ada hubungan antara gaya mengajar dengan hasil belajar Matematika siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung. Pengumpulan data peneliti menggunakan dokumentasi, kuesioner dan tes. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif karena data penelitian dianalisis secara statistik, kuantitatif sendiri merupakan penelitian yang dilakukan di kancah atau medan terjadinya gejala-gejala di mana data yang diperoleh kemudian dituangkan dalam bentuk angka statistik untuk dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi, menurut Arikunto (2013:4) penelitian korelasi adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan, atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada. Populasi adalah wilayah Generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras tahun pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 47 orang peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar lampung tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 47 orang peserta didik. Dalam penelitian ini cara pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh. Sampling jenuh adalah tehnik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel Sugiyono (2017:67). Teknik analisis data menggunakan rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut: rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut:

Dimana:

Rxy = Koefisien (r) antara variabel X dan Y

N = Jumlah sampel

X = Skor variabel X

Y = Skor variabel Y

No. Koefisien korelasi r Kriteria validitas
1 0,91 – 1,00 Sangat tinggi
2 0,71 – 0,90 Tinggi
3 0,41 – 0,70 Sedang
4 0,21 – 0,40 Rendah
5 0,01 – 0,20 Sangat rendah
Arikunto (2013: 243)
Table 1. Kriteria interpretasi koefisien korelasi (r)

Results and Discussion

Uji Analisis Validitas dan Reliabilitas

Analisis validitas hasil uji coba instrument kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras disajikan pada tabel 2.

No Nilai Validitas R tabel Kriteria Nomor Soal
1 0.482 0.444 Valid 1
2 0.444 0.444 Valid 2
3 0.479 0.444 Valid 3
4 0.512 0.444 Valid 4
5 0.497 0.444 Valid 5
6 0.459 0.444 Valid 6
7 0.525 0.444 Valid 7
8 0.489 0.444 Valid 8
9 -0.164 0.444 Drop -
10 0.455 0.444 Valid 9
11 0.451 0.444 Valid 10
12 0.467 0.444 Valid 11
13 0.262 0.444 Drop -
14 -0.269 0.444 Drop -
15 0.478 0.444 Valid 12
16 0.494 0.444 Valid 13
17 0.176 0.444 Drop -
18 0.478 0.444 Valid 14
19 0.455 0.444 Valid 15
20 0.489 0.444 Valid 16
21 -0.085 0.444 Drop -
22 0.479 0.444 Valid 17
23 0.482 0.444 Valid 18
24 0.519 0.444 Valid 19
25 0.457 0.444 Valid 20
Table 2. Nilai Hasil Uji Coba Instrumen Soal Tes Pilihan Ganda

Berdasarkan tabel 2, diketahui dari 25 butir soal yang dibuat terdapat 5 butir yang tidak valid sehingga 5 butir tersebut tidak dipakai dan 20 lainnya dipakai untuk penelitian selanjutnya. Hasil dari uji reliabilitas tes soal pilihan ganda:

Setelah nilai dari r(xy) sudah didapat, maka selanjutnya menghitung reliabilitas dengan rumus Spearman Brown sebagai berikut:

Kemudian dikonsultasikan dengan tabel untuk N = 20 ternyata Rhitung 0.810939> Rtabel 0.444 pada taraf signifikan 5% dengan demikian instrument yang peneliti gunakan mempunyai reliabilitas yang tinggi atau sangat kuat yang dapat dilihat pada tabel tingkat reliabilitas Rhitung 0,810939 berada pada interval koefisien 0,80-1,000 yang memiliki tingkat hubungan sangat kuat.

Uji Hipotesis

Data yang diperoleh di atas dalam tabel kerja selanjutnya dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment sebagai berikut:

Kemudian dikonsultasikan dengan tabel untuk N = 47 ternyata Rhitung 0,657> Rtabel 0,288 pada taraf signifikan 5%. Dari kriteria korelasi product moment yang dinyatakan bahwa Rhitung > Rtabel maka ada hubungan, sedangkan jika Rhitung < Rtabel tidak ada hubungan dari analisis data yang dilakukan oleh peneliti dapat dilihat bahwa Rhitung > Rtabel atau Rhitung 0,657> Rtabel 0,288 yang berarti adanya hubungan.

Koefisien determinasi gaya mengajar terhadap hasil belajar dapat diperoleh dengan rumus r x r x 100% = 0,657 x 0,657 x 100% = 43,16%

Setelah diketahui koefisien korelasinya, analisis dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasinya. Koefisien determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antara gaya mengajar guru dengan hasil belajar Matematika. Hasil nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah 43,16%, hal tersebut dapat diartikan bahwa gaya mengajar guru dapat meningkatkan hasil belajar matematika sebesar 43,16% dan 56,84% dipengaruhi oleh faktor lain, misalnya pola asuh orang tua, motivasi belajar, lingkungan sekolah, dll.

Discussion

Belajar dikatakan berhasil bila siswa dalam melakukan kegiatan berlangsung secara intensif dan optimal sehingga menimbulkan pengaruh tingkah laku yang bersifat tetap. Perubahan tingkah laku akibat belajar dipengaruhi banyak faktor. Dari faktor-faktor yang mempengaruhinya secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu faktor internal (dari dalam) diri subyek belajar dan faktor eksternal (dari luar) diri subyek belajar. Faktor eksternal menyangkut faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Faktor internal yang relevan adalah faktor psikologis. Disisi lain, faktor psikologis yang termasuk didalamnya adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, kematangan, kesiapan dan lainnya yang mempunyai peran penting dalam pemahaman bahan pembelajaran, dan pada akhirnya penguasaan terhadap bahan pembelajaran tersebut lebih cepat dan lebih efektif .

Keanekaragaman atau dengan istilah lain disebut variasi sangat kuat pengaruhnya dalam kehidupan kita. Apalagi dalam pembelajaran bila guru dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan variasi, maka tujuan belajar tidak tercapai, dalam hal ini guru memerlukan variasi dalam mengajar siswa. Untuk dapat melaksanakan tehnik mengajar yang baik maka seorang guru harus menguasai ketrampilan menggunakan variasi dalam pembelajaran, baik variasi gaya mengajar, variasi media dan bahan ajar dan variasi pola interaksi dan kegiatan siswa untuk kepentingan siswanya sehingga memungkinkan perkembangannya secara optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran dan siswa tidak akan cepat bosan.

Menurut Sanjaya (2006:38-42), mengadakan variasi merupakan ketrampilan yang penting dan harus dikuasai oleh guru dalam pembelajaran. Ketrampilan menggunakan variasi bermanfaat untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan pada siswa agar siswa selalu antusias, tekun dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah, ialah kualitas pengajaran. Pengajaran adalah suatu proses terjadinya interaksi antara guru dengan siswa. Salah satu yang diduga mempengaruhi kualitas pengajaran adalah variabel guru. Dari variabel guru yang paling dominan mempengaruhi kualitas pengajaran, adalah kompetensi profesional yang dimilikinya.

Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga belajar siswa pada tingkat optimal. Seorang guru harus mampu mengelola interaksi belajar mengajar, ia harus mampu memahami hakikat belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar, bagaimana proses belajar berlangsung dan ciri-ciri pemahaman, perasaan, minat nilai, dan ketrampilan. Dengan demikian ia akan mampu menentukan gaya memimpin kelas yang akan dipakai. Hal ini akan mempengaruhi corak interaksi guru dan siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Pekerjaan mendidik atau mengajar adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan tertentu. Kemampuan ini dapat dilihat pada kemampuannya di dalam melakukan perannya sebagai pendidik atau pengajar, pembimbing dan sebagainya.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Thoifuri (2013:80) bahwa gaya mengajar guru merupakan faktor yang penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar siswa. Oleh karena itu, apabila seorang guru memiliki gaya mengajar yang baik, maka diharapkan hasil belajar siswa juga menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil uji hipotesis peneliti menujukkan Rhitung 0.657> Rtabel 0.288 pada taraf signifikan 5%. Dari analisis hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan gaya mengajar guru dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras semester genap tahun pelajaran 2020/2021 dengan dilihat dari kriteria Rhitung > Rtabel.

Conclusion and Recommendation

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya mengajar guru dengan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 2 Kampung Baru Bandar Lampung. Berdasarkan hasil analisis data dan perhitungan yang dilakukan peneliti, diperoleh Rhitung 0.657> Rtabel 0.288 pada taraf signifikan 5% yang menunjukkan bahwa adanya hubungan gaya mengajar guru dengan hasil belajar Matematika yang didapat siswa kelas III pada semester genap.

Sugestion

Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan dalam kajian penelitian ini makan dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:

  • Untuk siswa
  1. Hendaknya siswa memperhatikan dengan seksama ketika guru menerangkan pelajaran matematika di kelas.
  2. Untuk dapat menyukai pelajaran matematika, bisa dimulai dengan membaca materi pelajaran yang akan dipelajari, sehingga nantinya ketika pelajaran dimulai siswa sudah mempunyai bekal.
  3. Hendaknya siswa bersikap aktif ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, dan hormati serta perhatikan guru.
  • Untuk guru

Dengan penelitian ini dapat menjadi referensi dan pertimbangan bagi guru dalam menentukan gaya mengajar ketika menyampaikan materi, sehingga akan lebih mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dimana tujuan pembelajaran yang tercapai dengan baik dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang baik

  • Untuk kepala sekolah

Hendaknya selalu memberi motivasi dan dukungan kepada para guru dilapangan, dalam hal ini khususnya penyediaan sarana prasarana pengajaran yang dibutuhkan oleh guru agar mendukung kualitas dan proses yang dilakukan.

  • Untuk peneliti lain

Hendaknya lebih banyak mengkaji sumber maupun referensi yang terkait dan lebih mempersiapkan diri dalam proses pengambilan data dan segala sesuatunya sehingga penelitian dapat dilaksanakan dengan baik.

References

Ali, Muhammad.2014. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Arikunto, suharsimi.2013. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, suharsimi.2014. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Sanjaya, wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana
Sugiyono, 2017. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group
Thobroni, 2016. Belajar & Pembelajaran Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Thoifuri, 2013. Menjadi Guru Fasilitator. Semarang: Media Campus
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Publisher’s Note

Utan Kayu Publishing maintains a neutral stance regarding territorial claims depicted in published maps and does not endorse or reject the institutional affiliations stated by the authors.

How to Cite

Qomario, Q., & Nazalia, D. (2022). Hubungan Antara Gaya Mengajar Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III SD Negeri 5 Bumi Waras Bandar Lampung. Nusantara Journal of Behavioral and Social Science, 1(1), 39–44. https://doi.org/10.47679/20228

Rights and Permissions

© The Author(s) 2022
Open Access This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits others to share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, even for commercial purposes, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Table of Content