The Correlation Between Parenting Style and Picky Eater Habits on The Preschool Students

Vol. 2 No. 2: 2022 | Pages: 61-66

DOI: 10.47679/jchs.202240   Reader: 3999 times PDF Download: 854 times

Abstract

PENDAHULUAN

Menurut Maccoby mengemukakan istilah pola asuh orang tua adalah untuk menggambarkan interaksi antara orang tua dan anak-anak yang didalamnya orang tua mengekspresikan sikap-sikap atau perilaku, nilai-nilai, minat dan harapan-harapannya dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan anaknya karena Pola asuh salah satu faktor dalam pembentukan karakter anak, hal ini didasari bahwa pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan utama dan pertama bagi anak.

Pola asuh orang tua terhadap makan anak juga akan mempengaruhi kebiasaan anak selanjutnya, contoh pola asuh yang salah adalah seperti membiarkan anak makan selalu disuapi dan tidak mengenalkan sayur sejak kecil pada anak. Kadang - kadang masih ditemukan anak usia sekolah masih disuapi. Padahal jika anak tidak diajarkan untuk mulai diajarkan makan sendiri sejak kecil, bisa - bisa sampai akhir usia sekolah pun anak belum terampil untuk makan sendiri (Sandra, 2017).

Picky eater pada anak dapat menjadi masalah yang berkaitan dengan status gizi anak, tentunya akan berdampak pada tumbuh kembang anak di masa berikutnya. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah pemenuhan kebutuhan makanan yang baik. Pada usia prasekolah, terdapat suatu masa yang menyebabkan anak kesulitan untuk makan atau bahkan anak menyukai makanan tertentu yang di sukainya secara berlebihan. Beberapa kasus seperti berat badan kurang, obesitas kekurangan micronutrien dan kenaikan berat badan yang inadekuat merupakan dampak dari picky eater yang berhubungan dengan masalah gizi (Hardianti dkk, 2018).

Kebiasaan picky eater atau memilih-milih makanan disebabkan karena anak kurang suka terhadap makanan yang bervariasi, anak belum terbiasa makan-makanan selain apa yang di sukainya sering kali secara tidak langsung berdampak pada gizi anak (Rufaida & Wardini Puji Lestari, 2018). Adapun dampak negatif anak picky eater adalah Gangguan Pertumbuhan, Performa Mental dan Konsentrasi yang Kurang Optimal, Nafsu Makan yang Menurun, Energi yang Rendah, dan Imunitas yang Menurun.

Menurut World Health Organization (WHO, 2017) menyebut bahwa 42% dari 15,7 juta kematian anak di dunia pada rentang usia 5 tahun kebawah, sebagian besar oleh gizi buruk yang disebabkan oleh anak picky eater. Hal ini terjadi paling banyak di negara Asia dan Afrika. Prevalensi picky eater pada anak di Taiwan usia 3-5 tahun sebesar 72% (Chao dan Chang, 2017). Sementara proporsi picky eater di Indonesia Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Dampak dari anak picky eater adalah anak dengan gizi kurang dan gizi buruk adapun prevalensi Pada provinsi lampung tahun 2018 diketahui terdapat 3,13% anak mengalami gizi buruk dan 12,81% gizi kurang. (Riskesdas, 2018).

Berdasarkan data status gizi tahun 2018 yang dilakukan Kementerian Kesehatan, bayi usia di bawah lima tahun (Balita) yang mengalami masalah gizi pada 2018 di Indonesia mencapai 17,7%, jumlah tersebut terdiri dari Balita yang mengalami gizi buruk 3,9% dan 13,8% gizi kurang, sedangkan status gizi buruk dan gizi kurang pada balita di Provinsi Lampung 15% .Dan pada data daerah Tulang Bawang anak yang memgalami gizi kurang karena picky eater 12,29 % dan gizi buruk sebesar 4,61% (Depkes RI, 2018).

Prevalensi mengenai picky eater sangat bervariasi. Penelitian yang dilakukan di Semarang dengan subjek balita (12-60 bulan) mendapatkan prevalensi picky eater sebesar 60,3% (Kusuma dan Ma'shumah, 2015), sedangkan penelitian pada tahun 2018 terhadap anak prasekolah (36-60 bulan) didapatkan presentase 52,4% (Hardianti dan Dieny, 2018). Di negara lain, penelitian mengenai picky eater juga telah dilakukan. Di Singapura, ditemukan prevalensi picky eating sebesar 25,1%, lebih rendah dibanding di Indonesia. Tipe perilaku picky eating yang paling sering adalah: makan secara perlahan/lama (14,3%), menolak makanan, terutama buah dan sayur (14%), suka makanan yang manis dan berlemak (13,3%), tidak mau mencoba makanan baru (12%), lebih suka camilan daripada makanan utama (11,1%), dan hanya mau makan makanan atau minuman tertentu (12%) (Goh dan Anna, 2012). Banyak penelitian terdahulu menyatakan bahwa seorang anak dengan perilaku makan picky eating mengkonsumsi makan jenis buah dan sayur dengan kuantitas lebih sedikit, bahkan pada beberapa kasus, jenis makan lain seperti ikan dan daging. picky eating dapat mengakibatkan defisiensi atau kekurangan zat gizi tertentu, contohnya vitamin, magnesium (Mg), zat besi (Fe), dan zat gizi mikro lainnya sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan anak terganggu. Pada anak berusia dibawah 3 tahun, picky eating berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya berat badan kurang (BB/TB) sekitar 21% dari jumlah picky eating dan hanya 7% dari non- picky eating (Eikstein, 2010).

Usia prasekolah, anak mulai menirukan kebiasaan dari orang terdekatnya termasuk tentang pola makan, tata cara makan, dan jenis makanan yang di konsumsi. Orang tua sangat berpengaruh terhadap pola makan anak dan pola makan anak sangat berpengaruh dengan status gizi anak. Biasanya ibu berupaya dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan memaksa anak untuk makan, sehingga seringkali anak memiliki persepsi yang kurang menyenangkan akibat pemaksaan yang di lakukan oleh orangtua agar anaknya mau untuk makan (Nadya, 2019).

Anak usia prasekolah juga memasuki periode finicky eating (anak menjadi rewel dan pemilih dalam hal akan mengakibatkan anoreksia dan bulimia). (Utami, 2016). Fenomena picky eater pada anak sering menjadi masalah bagi orang tua, terutama orang tua yang belum paham dan mengerti cara memberikan pola asuh yang baik dan benar pada anak. Perilaku ini dapat terjadi sebab anak usia prasekolah umumnya sensitif dan peka terhadap lingkungan.

Anak usia prasekolah juga sudah dapat mengekspresikan emosinya sehingga dapat menolak dan memilih apa yang diinginkan. Hal inilah yang kemudian mempengaruhi pola makan anak. Anak yang mengalami picky eater umumnya memiliki gejala seperti muntah, rewel, menutup mulut rapat-rapat ketika makan, suka memilih makanan, menepis suapan, tidak ingin mencoba makanan baru, dan membatasi konsumsi berbagai makanan.

Dampak pada kebiasaan makan anak terhadap gaya makan orang tua dapat menentukan banyaknya makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak (Lipowska et al, 2018). Dengan demikian, gaya pengasuhan orang tua khusunya pada gaya makan dapat meningkatkan atau mengurangi kebiasaan anak dalam mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi (Arredondo et al, 2018).

Fenomena Picky Eater pada anak sering menjadi masalah bagi orangtua. Pola makan dan penanganan yang salah dari orangtua menjadi penyebab status gizi kurang atau gizi buruk pada anak (Kurniasih,2010). Dalam hal ini peran orangtua banyak mempengaruhi perkembangan makan pada anak terutama ibu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pola makan pada anak usia prasekolah.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan kebiasaan memilih-milih makan (picky eater) pada anak usia prasekolah. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari Tahun 2022 tempatnya di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang. Teknik sampling menggunakan teknik propotional random sampling. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan jumlah sampel 55 responden di Desa Tri Tunggal Jaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh dan kuesioner perilaku Picky eater (CEBQ). Analisis data secara univariat dan bivariat (gamma).

HASIL DAN DISKUSI

Pola Asuh orang tua Frequency (n) Percent (%) Cumulative Percent
Otoriter 2 3,6 3,6
Demokratis 25 45,5 49,1
Permisif 28 50,9 100,0
Total 55 100,0
Table 1. Distribusi Frekuensi Pola Asuh Orang Tua

Berdasarkan table 1 diperoleh bahwa dari 55 responden yang menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 2 responden (3,6%), pola asuh demokratis 25 (45,5%), pola asuh permisif 28 (50,9%)

Kebiasaan memilih-milih makan (Picky Eater) Frequency (n) Percent (%) Cumulative Percent
Picky Eater 25 45,5 45,5
Tidak Picky Eater 30 54,5 100,0
Total 55 100,0
Table 2. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memilih-Milih Makan (Picky Eater)

Berdasarkan table 2 diperoleh bahwa perilaku picky eater pada anak usia prasekolah di Desa Tri Tunggal jaya sebanyak 45,5% mengalami picky eater dan 54,5% tidak picky eater.

Pola asuh Pola asuh otoriter Count Picky eater Tidak picky eater total
0 2 2
% of total 0,0% 3,6% 3,6%
Pola asuh demokratis Count 4 21 25
% of total 7,3% 38,2% 45,5%
Pola asuh permissive Count 21 7 28
% of total 38,2% 12,7% 50,9%
Total Count 25 30 55
% of total 45,5% 54,5% 100,0%
Symmetric Measures
Ordinal by ordinal Gamma Value Asymptotic Standard Errora Approximate Tb Approximate Significance
-,920 ,083 -4,601 ,000
N valid cases 55
Table 3. Tabulasi Silang (Crosstabulation) Pola Asuh Orangtua dengan Kebiasaan memilih-milih makan (Picky Eater)

Dari table 3 dapat diketahui bahwa hasil tabulasi silang Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kebiasaan Memilih-Milih Makan (Picky Eater) Pada Anak Usia Prasekolah Di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang diperoleh hasil bahwa dari 55 responden yang menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 2 orangtua, pola asuh demokratis sebanyak 25 orangtua dan pola asuh permissive sebanyak 28 orangtua. Dari 55 responden adapun anak yang mengalami Picky eater sebanyak 25 anak dan yang tidak mengalami Picky eater 30 anak.

PEMBAHASAN

Distribusi frekuensi pola asuh orang tua di Desa Tri Tunggal Jaya

Berdasarkan data tabel 1 di dapatkan Hasil bahwa sebagian besar orangtua menerapkan pola asuh permissif pada anak mereka yaitu sebanyak 28 (50,9%), pola asuh demokratis 25 (45,5%), dan pola asuh otoriter (3,6%) Berdasarkan tabel 2 tentang Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memilih-Milih Makan (Picky Eater) Di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang didapatkan hasil bahwa yang mengalami perilaku picky eater sebanyak 25 anak (45,5%) dan tidak mengalami picky eater sebanyak 30 anak (54,5%).

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elta Almahera, 2019 hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku picky eater pada anak usia 24-59 bulan di Desa Lubuk Sakti Indralaya Palembang didapatkan Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan ibu dalam pemberian makan (p = 0,000), persiapan dan pengolahan makanan (P = 0,050) dengan Picky eater.

Kebiasaan memilih-milih makan merupakan perilaku yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat. Gizi baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktifitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat (Permenkes, 2014).

Picky eating adalah perilaku memilih-milih makan, biasa terjadi pada anak dalam perkembangan yang normal maupun yang tidak normal. Picky eating dapat meyebabkan kekurangan zat gizi, terutama gizi mikro. Kekurangan zat gizi ini dapat memberikan efek pada status gizi anak. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian picky eating pada anak adalah faktor genetik, pengaruh prenatal, pemberian makanan dini postnatal, pola makan orangtua, dan lingkungan keluarga.

Menurut analisa peneliti didapatkan bahwa 30 responden memiliki kebiasaan makan bervariasi atau baik. Pengetahuan tinggi yang dimiliki responden dapat mempegaruhi cara orang tua dalam menghidangkan makanan kepada buah hatinya. Semakin rendah pengetahuan keluarga dalam memberikan makanan yang inovatif dan menarik semakin besar pula kejadian picky eating pada anak. Menurut analisis peneliti, hal ini disebabkan karena pengetahuan orang tua akan variasi makanan terhadap anak dapat membantu tumbu kembang anak dalam proses mengenal makanan. Anak yang mengalami picky eating cendrung sulit untuk beradaptasi dengan makanan baru dansulit untuk menyukai makanan tersebut. Berdasarkan penyebaran kusioner didapatkan bahwa sebanyak 45,5% anak dengan picky eating sulit untuk diperkenalkan dengan makanan baru, sementara anak dengan non picky eating terdapat sebanyak 54 ,5% mudah menerima makanan baru

Analisi Bivariat

Berdasarkan hasil uji statistik Korelasi gamma menunjukkan bahwa nilai signifikansi nya sebesar 0.000 kurang dari 0,050, sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pola Asuh dengan Kebiasaan memilih-milih makan (Picky Eater). artinya semakin baik pola asuh orangtua akan menurunkan kebiasaan memilih-memilih makan (Picky Eater) dan sebaliknya jika semakin kurang baik pola asuh orangtua akan meningkatkan kebiasaan memilih-memilih makan (Picky Eater), hipotesa awal dalam penelitian ini dapat diterima.

Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Elta Almahera, 2019 hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku picky eater pada anak usia 24-59 bulan di Desa Lubuk Sakti Indralaya Palembang didapatkan Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan ibu dalam pemberian makan (p = 0,000), persiapan dan pengolahan makanan (P = 0,050) dengan Picky eater.

Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Sella Lukitasari, 2017 Hubungan Perilaku Orangtua Dalam Pemberian Makan Terhadap Perilaku Picky eater Pada anak usia 1-3 tahun Di Desa Watu Gajah Gunung Kidul di dapatkan hasil yang menunjukan hubungan yang bermakna antara perilaku orang tua dalam pemberian makan terhadap perilaku Picky eater pada anak usia 1-3 tahun di desa Watugajah Gunung kidul, dengan nilai p value = 0,014 bahwa p < 0,05 yang menyatakan hipotesis di terima.

Menurut analisis peneliti, kebiasaan makan suatu keluarga dapat membantu anak mendapatkan kebutuhan asupan nutrisinya secara optimal. Sehingga status gizi anak akan yang bervariasi dari orang tua membuat anak terbiasa makan dengan makanan yang beraneka ragam dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi status gizi anak tersebut. Semakin banyak variasi makanan yang dimiliki baik (normal).

Menurut peneliti bahwa dilihat dari hasil penelitian dan analisis menunjukkan adanya hubungan yang berarti antara pola asuh orang tua dengan kebiasaan memilih-milih makan pada anak usia prasekolah, ini berarti bahwa pola asuh 0rang tua sangat penting terhadap pembentukan perilaku dan karakter anak, karena anak seringkali meniru kebiasaan dan perilaku dari orang tua baik ibu atau ayahnya termasuk menirukan kebiasaan makan ibu atau ayahnya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hariani (2015) yang mengatakan bahwa ada hubungan antara peran orang tua dengan kesulitan makan pada anak usia 3-5 tahun di TK Gowata Desa Taeng Kec. Pallangga Kab. Gowa. Oleh sebab itu, pola asuh sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak terlebih kebiasaan makan sehingga pola asuh yang kurang baik dapat menyebabkan anak mengalami perilaku sulit makan.

Berdasarkan tabel hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa anak yang mendapat pola asuh permisif yang mengalami kesulitan makan sejumlah 50,9%, karena biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga sering kali disukai oleh anak (Ubaedy dalam Nafratilawati,2014) sedangkan anak yang mendapat pola asuh otoriter yang mengalami kesulitan makan sejumlah 3,6% karena cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, bahasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman, misalnya kalau tidak mau makan, maka tidak akan diajak bicara. Sedangkan orang tua dengan pola asuh demokratis sejumlah 45,5% bersikap hangat kepada anaknya dan dapat kerjasama antara orang tua dan anak.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Pada bagian akhir penelitian ini, peneliti memaparkan beberapa simpulan yang dapat di ambil dan saran yang di dasarkan pada temuan hasil penelitian secara umum peneliti menyimpulkan bahwa Pola asuh orangtua pada anak usia prasekolah di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama yang paling banyak diterapkan berdasarkan tabel 4.1 adalah pola asuh permisif 28 (50,9%), pola asuh demokratis 25 (45,5%), dan pola asuh otoriter (3,6%)

Berdasarkan tabel 4.2 Kebiasaan memilih-milih makan picky eater pada anak usia prasekolah di Desa Tri tunggal jaya Kecamatan Penawartama mayoritas anak yang mengalami picky eater sebanyak 25 (45,5%), tidak picky eater (54,5%) Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara Pola Asuh orangtua dengan Kebiasaan memilih-milih makan (Picky Eater) di Desa Tri Tunggal Jaya Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah responden sebanyak 55 mengenai pola asuh orangtua dengan kebiasaan memilih-milih makan (picky eater) pada anak usia prasekolah di desa Tri Tunggal Jaya maka disarankan

Bagi tenaga kesehatan

Bagi tenaga kesehatan diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan untuk melakukan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kepada masyarakat dan orangtua mengenai penanganan atau cara mengatasi anak picky eater yaitu dengan cara orangtua harus memberikan menu makan yang bervariasi, memberi contoh atau role model yang baik untuk anak, memberikan anak vitamin atau penambah nafsu makan.

Bagi Orangtua

Diharapkan orangtua lebih memperhatikan variasi menu makanan anak agar anak tidak cepat bosan dengan makanan yang dihidangkan, dan orangtua sebagai role model untuk anak diharapkan orangtua dapat memilih jenis pola asuh yang baik seperti pola asuh demokratis pola asuh demokratis adalah pola asuh yang terbaik dari semua pola asuh yang ada. Diharapkan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang baik dan benar kepada anaknya untuk lebih tepat dalam mengatur pola makan anak. Pola asuh adalah salah satu faktor dalam pembentukan karakter anak, hal ini didasari bahwa pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan utama dan pertama bagi anak.

Bagi Desa Tri Tunggal Jaya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi tim kesehatan serta mampu mengaplikasikan dan memaksimalkan pendidikan kesehatan di posyandu agar meningkatkan penyuluhan kepada orang tua tentang pola makan dan pemberian varian makanan untuk menghindari terjadinya peningkatan kebiasaan memilih-milih makan (picky eater) pada anak usia prasekolah.

Bagi Peneliti Lain

Diharapkan dapat memodifikasi dan mengembangkan hasil penelitian ini lebih luas lagi Karena penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, maka hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai pertimbangan kedepan untuk melakukan penelitian yang lebih baik dari sekarang yang bisa berguna bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan. Peneliti juga berharap secara lebih kritis dan mendalam dengan sasaran yang berbeda seperti anak usia toddler, baduta, batita, balita, dan anak usia pra sekolah

Acknowledgements

Penulis mengucapkan terima kasih kepada keluarga atas dukungan yang tidak pernah putus, dan kepada semua informan yang terlibat dalam penelitian ini atas kesediaannya memberikan kesempatan kepada penulis untuk berbagi pengalaman.

Funding Statement

The authors did not receive support from any organization for the submitted work and No funding was received to assist with the preparation of this manuscript

Conflict of Interest statement

Penulis yang namanya tercantum tepat di bawah ini menyatakan bahwa tidak memiliki afiliasi atau keterlibatan dengan pihak luar manapun dan tulisan ini murni dari sumber yang dicantumkan di daftar pustaka serta tidak mengandung plagarisme dari jurnal artikel manapun. Sumber tulisan telah dicantumkan seluruhnya didaftar pustaka.

Copyright

Hak cipta artikel ini dipegang oleh penulis

References

  • A. Alimul Hidayat. (2014). Metode Penelitian Keperawatan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika
  • Afritayeni, A (2017), pola pemberian makan pada balita gizi buruk di kelurahan rumbai bukit kecamatan rumbai kota pekanbaru provinsi riau, Jurnal Endurance. Diakses 10 November 2021. https://doi.org/10.22216/jen.v2il.1598.
  • Arredondo, E. et. Al. (2018). Latina mothers as agents of change in children’s eating habits: Findings from the randomized controlled trial Entre Familia: Reflejos de Salud 11 Medical and Health Sciences 1117 Public Health and Health Services 11 Medical and Health Sciences 1111 Nutrition. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 15(1), 1–11. Diakses pada 30 Agustus 2021, Pukul 20.19 WIB. https://doi.org/10.1186/s12966-018-0714-0
  • Bahagia, I. P. (2018). Hubungan perilaku picky eater dengan status gizi pada
  • anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar (Skripsi, Universitas Syiah Kuala). Diakses pada 28 Agustus 2021, Pukul 14.01 WIB. https://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=42867
  • Bachrens, I. T. (2018). Panduan Mendidik Anak Makan Sehat Hidup Sehat (1st ed.). Kawan Pustaka.
  • Basri, H., Amin, S., Mirsa, U., Mukhlis, H., & Irviani, R. (2020). Learning theory of conditioning. Journal of Critical Reviews, 7(8).
  • Chang, E. S., & Lee, B. (2017). Parenting goals and perceived shared and non-shared agency among kirogi mothers of a youth. International Journal of Adolescence and Youth, 22(4), 470–483. Diakses pada 21 Oktober 2021, Pukul 10.43 WIB. https://doi.org/10.1080/02673843.2016.1245149
  • Chao, H. dan Chang, (2016). picky Eating Behaviors Linked to Inappropriate Caregiver-Child Interaction, Caregiver Intervention, and Impaired General Development in Children. Pediatrics and Neonatology
  • Departemen Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
  • Dewi, Ni Putu Ayu Resitha dan Luh Kadek Pande Ary Susilawati. (2016). Hubungan Antara Kecenderungan Pola Asuh Otoriter (Authoritarian Parenting Style) dengan Gejala Perilaku Agresif Pada Remaja. Jurnal Psikologi.Volume 3, Nomor 1, Hal 108-116. ISSN: 2354 5607
  • Einstein S, Laniado D, Glick B (2010). Does picky eater affeck weight-for-length measurements in young children? Clin peidatr. 2010; 49 (3) : 217-220. Diakses pada 7 Februari 2022 pukul 21.13 WIB https://akper-sandikarsa.e-journal.id
  • Fikawati, Sandra. (2017). Gizi Anak Dan Remaja. Jakarta. Raja Grafindo Persada.
  • Gibson, E. L. and Cooke, L. (2017). Understanding food fussiness and its implications for food choice, health, weight and interventions in young children: the impact of professor Jane Wardle. Cur. Obes. Rep, 6(1), pp. 46–56. Diakses pada 26 Oktober 2021, Pukul 21.37 WIB. https://doi.org/10.1007/s13679 -017-0248-9
  • Goh, DYT. Dan Anna, J. (2012). Perception of picky eating among children in singapore and its impack on caregivers: A questionnairesurvey’, AP Fam. Med., 11(1), PP. 1-8.
  • Hardianti, R., Dieny, F.F. (2018). Picky Eating dan Status Gizi Pada Anak Prasekolah’, J.Gz. Ind, 6(2), p. 123 – 130
  • Hawi, A., Afnibar, S. N. U., Syaifulloh, M., & Mukhlis, H. (2020). Emotional and Social Character Development during Growth Period. Journal of Critical Reviews, 7(8), 2013-2018.
  • Hersey, P. & Blanchard, K. H. (1988). Situasional Leadership. Journal Management of Organizational Behaviour (5th Ed.), pp 169-201.
  • Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
  • Kashahu, Ledia, dkk. (2014). “The Relationship Between Parental Demographics, Parental Styles and Student Academic Achievement.” European Scientific Journal 10(13): 237-251.
  • Kastorini, C. M., et. Al. (2019). National Dietary Guidelines of Greece for children and adolescents: A tool for promoting healthy eating habits. Public Health Nutrition, 22(14), 2688–2699. Diakses pada 30 Oktober 2021, Pukul 12.20 WIB. https://doi.org/10.1017/S1368980019001034
  • Kusuma, S.H, Ma’shumah, mengatasi halus gizi balita berbasis status pemilih makan di wilayah kerja puskesmas kedungmundu, Semarang, di akses pada 7 februari 2022, pukul 20.53 https://jurnal.unimus.ac.id
  • Lopez, N. V. et. Al. (2018). Parenting styles, food-related parenting practices, and children’s healthy eating: A meditation analysis to examine relationships between parenting and child diet. Appetite, 128, 205–213. Diakses pada 08 November 2021, Pukul 16.36 WIB. https://doi.org/10.1016/j.appet.2018.06.021
  • Lipowska, M., et. Al. (2018). Gender and body-fat status as predictors of parental feeding styles and children’s nutritional knowledge, eating habits and behaviours. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(5), 852. Diakses pada 18 Oktober 2021, Pukul 19.22 WIB https://doi.org/10.3390/ijerph15050852
  • Markham, L. (2019). Learn what your preschooler needs to thrive. Retrieved September 25, 2021, from https://www.ahaparenting.com/Ages-stages/preschoolers/wonder-years
  • Nadya, “Hubungan Kebiasaan Makan Orangtua, Kejadian Picky Eating Terhadap Status Gizi Anak Prasekolah di TK Al-Azhar Padang 2019,” STKES Perintis Padang, (2019).
  • Notoatmodjo S. (2016). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta.
  • Oetoro, s. (2018). Smart Eating: 1000 Jurus Makan Pintar dan Hidup Bugar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  • Putri Prasasti, H. (2018). Pengaruh Kebiasaan Makan Keluarga terhadap Status Gizi Anak di SDN Babak Sari-Kecamatan Dukun-Kabupaten Gresik (Studi Kasus). Jurnal Tata Boga, 8(1).
  • Riskesdas. (2018). Status gizi buruk dan gizi kurang daerah tulang bawang. Kemenkes RI
  • Rufiadah, Z., Lestari, S, W, P. (2018). Pola Asuh Dengan Terjadinya Picky Eater (Pilih-Pilih Makanan) Pada Anak Usia 3–6 Tahun Di Dusun Sumberaji Desa Karang jeruk Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto., J Issues Midwifery, Volume 2. Nomor 1.
  • R. Hardianti, F. F. Dieny, and H. S. Wijayanti. (2018) "Picky eating dan status gizi pada anak prasekolah," Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), vol. 6, no. 2, pp. 123-130. Diakses pada 17 Oktober 2021, Pukul 16.36 WIB https://doi.org/10.14710/jgi.6.2.123-130
  • Taylor, C. M. dkk. (2015). Picky/fussy eating in children: Review of definitions, assessment, prevalence and dietary intakes, Appetite. Elsevier Ltd, 95, pp. 349 35. Diakses pada 19 Oktober 2021, Pukul 20.31 WIB. https://doi: 10.1016/j.appet.2015.07.026
  • Utami, F. B. (2016). Picky eater Pada Anak Kota: Studi Kasus Anak Usia 3-4 Tahun. Jurnal Sosioreligi, 14(2), 79–86.
  • Viljakainen, H. T. dkk. (2018). Picky eating-A risk factor for underweight in finnish preadolescents. Appetite. Elsevier, 30 August 2021, pp. 107–114. doi: 10.1016/j.appet.2018.10.025

Rights and permissions

© The Author(s) 2022
Open Access This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0), which permits others to share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, even for commercial purposes, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. To view a copy of this license, visit https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

PDF

Keywords

  • Pola Asuh
  • Picky Eater
  • Prasekolah
  • Preschool
  • Parenting style

Author Information

Santi Suryani

Program Sudi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia.

Feri Agustriyani

Program Sudi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia.

Rini Palupi

Program Sudi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia.

Ardinata Ardinata

Program Sudi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia.

Article History

Submitted: 13 September 2022
Accepted: 12 November 2022
Published: 25 November 2022

How to Cite This

Suryani, S., Agustriyani, F., Palupi, R., & Ardinata, A. (2022). The Correlation Between Parenting Style and Picky Eater Habits on The Preschool Students. Journal of Current Health Sciences, 2(2), 61–66. https://doi.org/10.47679/jchs.202240

Crossmark and Dimension

Verify authenticity via CrossMark

sinta-3

sinta-3

template

Before Submission

Keywords

visitors

Journal Visitors

Flag Counter

View MyStat

View MyStat

custom_header

P-ISSN: 2809-3275
E-ISSN: 2809-2236