Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Ekonomi Biru Guna Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Di Pesisir Kabupaten Serang (Enhancing the Capacity of Entrepreneurs through Blue Economy to Increase Employment Absorption in the Coastal Areas of Serang Regency)

Authors

  • Rubby Rahman Tsani Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Syifa Fajar Maulani Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Melia Handayani Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Luthfy Rachman Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Zahra Aulia Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
  • Salsabila Trivia Ramadhani Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20251002

Keywords:

Ekonomi Biru, Tenaga Kerja, Minapolitan, Poklahsar, Pengabdian kepada Masyarakat

Abstract

Besarnya potensi kekayaan laut dan kawasan pesisir pantai di Indonesia belum menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini antara lain rendahnya aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kabupaten Serang terdapat 8 kecamatan yang merupakan wilayah pesisir membentang sepanjang 29 Km garis pantai, serta 17 pulau kecil. Kabupaten Serang menetapkan kawasan minapolitan sebagai bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi. Kawasan minapolitan  adalah  suatu  bagian  wilayah  yang  mempunyai  fungsi  utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan,pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya. Lokasi kawasan minapolitan serta sasaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah para Kelompok Pengolah dan Pemasar perikanan (Poklahsar) di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Ketersediaan lapangan kerja masih menjadi isu di tengah pengangguran terbuka, mencapai 10,61% di Kabupaten Serang pada tahun 2021. Diversifikasi produk pengolahan perlu dikembangkan, namun sisi lain dari proses produksi para pelaku usaha di kawasan minapolitan menyisakan limbah sisa ikan yang tidak digunakan sebagai bahan baku dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Melalui PkM dengan pendekatan observasi, sosialisasi, unjuk ide implementasi ekonomi biru dari pelaku usaha, pendampingan pelaku usaha ini diharapkan mendukung para pengolah perikanan di kawasan minapolitan memiliki pemahaman ekonomi biru yang menjadi rencana besar pemerintah di sektor kelautan dan perikanan tahun 2024. Mampu menghasilkan produk turunan di pelaku usaha pengolah perikanan yang dapat  menciptakan lapangan kerja baru, mengedepankan praktik berkelanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pematerian yang dilakukan pada saat sosialisasi kegiatan pengabdian memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pengetahuan serta pemahaman para Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) selaku peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai persentase sebanyak 97%, jumlah ini meningkat 24% dari nilai presentase hasil pre-test sebelumnya 74%.

Abstract. The vast potential of marine wealth and coastal areas in Indonesia has yet to bring prosperity to the community. Several factors explain this phenomenon, including low economic, social, and environmental aspects. Serang Regency comprises eight coastal districts stretching along a 29 km coastline and includes 17 small islands. The regency has designated the minapolitan area as a region with a primary economic function. The minapolitan area is a designated zone focused on economic functions, including production centers, processing, marketing of fishery commodities, service provision, and/or other supporting activities. The location of the minapolitan area and the target of the Community Service Program (PkM) are the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) in the districts of Pontang, Tirtayasa, and Tanara. The availability of job opportunities remains a critical issue amid an open unemployment rate of 10.61% in Serang Regency as of 2021. There is a need to develop product diversification in processing; however, the production processes of entrepreneurs in the minapolitan area generate fish waste that can lead to environmental pollution. Through PkM with an approach that includes observation, socialization, and showcasing the implementation of the blue economy by entrepreneurs, this assistance aims to support fish processors in the minapolitan area in understanding the blue economy, which is a significant government plan for the marine and fisheries sector in 2024. This initiative is expected to produce derivative products from fish processing entrepreneurs that can create new job opportunities, promote sustainable practices, and ensure the preservation of coastal environments. The training conducted during the socialization of the community service activities has had a significant impact on the knowledge and understanding of the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) participating in this program. This is evidenced by an increase in the percentage score of 97%, which represents a 24% improvement from the pre-test score of 74%.

Author Biographies

Rubby Rahman Tsani, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

Syifa Fajar Maulani, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

Melia Handayani, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

Luthfy Rachman, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

Zahra Aulia, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

Salsabila Trivia Ramadhani, Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Ciracas No. 38, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, 42116, Indonesia

References

Admin Gerbang Banten. (2017, April 28). Jadikan Desa Domas menjadi Kawasan Minapolitan di Kabupaten Serang. Gerbang Banten.

Arbi, A. (2017, March 26). Jangan Anggap Remeh Pendidikan untuk Masyarakat Pesisir. Radar Banten.

Arbi, A. (2018, August 3). 133 Desa Pesisir Belum Tersentuh APBD. Radar Banten.

Atma, Y. (2016). PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SEBAGAI SUMBER ALTERNATIF PRODUKSI GELATIN DAN PEPTIDA BIOAKTIF: REVIEW.

Awaludin, D. B. R. (2016). Analisis nilai dan dampak ekonomi pemanfaatan pesisir budidaya Ikan Bandeng di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125518

Bar, E. S. (2015). A case study of obstacles and enablers for green innovation within the fish processing equipment industry. Journal of Cleaner Production, 90, 234-243.

Danang Setiaji Prabowo Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Program Mina Wisata Padukan Konsep Perikanan dan Pariwisata, https://www. tribunnews. com/nasional/2014/01/11/program-mina-wisata-padukan-konsep-perikanan-dan-pariwisata. P. D. S. P. E. H. E. P. G. (2014). Program Mina Wisata Padukan Konsep Perikanan dan Pariwisata Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Program Mina Wisata Padukan Konsep Perikanan dan Pariwisata. Tribunnews.Com.

Diniaty, D., Kusumanto, I., Roza, F., Dinatul Husna, F., & Hartati, M. (2019). Analisis Strategi Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Ikan Salai Patin pada Kelompok XYZ Analysis Strategy Marketing in an Effort to Increase Sales Salai Patin Fish at XYZ Group. Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 6(1). https://doi.org/10.31289/jkbm.v512.3080

Faizah, A., & Ilma, N. (2014). Blue Economy : Kesimbangan Perspektif Ekonomi dan Lingkungan.

Hakim, A. R., Prasetya, A., & Petrus, H. T. B. M. (2017). Potensi Larva Hermetia illucens sebagai Pereduksi Limbah Industri Pengolahan Hasil Perikanan The Potential of Hermetia illucens Larvae as Reducer of Industrial Fish Processing Waste. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 19(1), 39–44.

Ika, N. K., & Retno Adiwaty, M. (2018). PENGOLAHAN IKAN PAYUS DAN BUAH BOGEM MENJADI PRODUK KERUPUK DI KELURAHAN GUNUNGANYAR TAMBAK.

Julianto, D., & Utari, P. A. (2019). ANALISA PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN INDIVIDU DI SUMATERA BARAT.

Kabupaten, D. I., & Witarsa, P. (2015). MODEL PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR BERBASIS CO-MANAGEMENT SUMBERDAYA PERIKANAN.

Kristiyanti Jurusan KPN, M., & Jl, S. (n.d.). SENDI_U) KE-2 Tahun 2016 Kajian Multi Disiplin Ilmu dalam Pengembangan IPTEKS untuk Mewujudkan Pembangunan Nasional Semesta Berencan (PNSB) sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Global Soekarno-Hatta No (Issue 180).

Lian, B. (2019). TANGGUNG JAWAB TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI MENJAWAB KEBUTUHAN MASYARAKAT.

Octavian, A., & Yulianto, B. A. (2014). DEGRADASI KEBUDAYAAN MARITIM: SEJARAH, IDENTITAS, DAN PRAKTIK SOSIAL MELAUT DI BANTEN.

Olivia, D., Sanri, K. P., & Heidi, M. G. (2019). PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN SEBAGAI POTENSI WISATA PERIKANAN DI KOTA SERANG

( Studi Kasus: Pelabuhan Karangantu).

Rani, F., & Cahyasari, W. (2015). Motivasi Indonesia dalam menerapkan model kebijakan Blue Economy. Transnasional, 7(1), 19141928.

Rifky, L. U. (2014, October 10). Ekonomi Biru Jadi Solusi - Masa Depan Indonesia. Neraca.Co.Id.

Sari, R. P. (2014). ANE - Skripsi Ratih Permita_6661091382.

Schutter, M. S., & Hicks, C. C. (2019). Networking the Blue Economy in Seychelles: pioneers, resistance, and the power of influence. Journal of Political Ecology, 26(1), 425-447.

Sharif Cicip Sutardjo. (2014). KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KE DEPAN DEVELOPMEN POLICY OF MARINE AND FISHERIES. Researchgate.

Sjafari, A., Sapto Nugroho, K., Arenawati, A., Otaviana, O., Fernanto, G., Sultan, U., Tirtayasa, A., Id, A. A., Perencanaan, B., Daerah, P., & Banten, P. (2018). MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DI PROVINSI BANTEN: STUDY KASUS DI DESA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA, KABUPATEN SERANG DAN DESA CITEUREP, KECAMATAN PANIMBANG, KABUPATEN PANDEGLANG MODEL OF ECONOMIC EMPOWERMENT AT COASTAL PEOPLE IN BANTEN PROVINCE: CASE STUDY IN LONTAR VILLAGE, TIRTAYASA DISTRICT, SERANG REGION AND CITEUREP VILLAGE, PANIMBANG DISTRICT, PANDEGLANG REGION. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 2(1), 1–12. https://bappenas.go.id/files/2113/5216/03

Susanto, S., & Iqbal, M. (2019). Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Sinergitas Akademisi Dan TNI Bersama Tangkal Hoax Dan Black Campaign. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.31960/caradde.v2i1.119

Tengku Muhammad Zaki, N. H. (2018). ANALISIS SUMBERDAYA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN DELI SERDANG.

Tumiwa, J. R. (2015). ANALISA PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA MELALUI KEWIRAUSAHAAN SEBUAH ANALISA JALUR. In Jurnal of Asean Studies on Maritime Issues (Vol. 1, Issue 1).

W. Finaka, A. (2018, February 13). Indonesia Kaya Potensi Kelautan dan Perikanan. Indonesiabaik.Id.

Winangsih, R., Widyastuti, N. W., & Widyastuti, Y. (2019). Membangun Kemandirian Pangan Melalui Manajemen Komunikasi Pemasaran Sate Bandeng Sebagai Produk Unggulan Kota Serang. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 5(1), 105. https://doi.org/10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2268

Downloads

Published

2024-12-04

How to Cite

Tsani, R. R., Maulani, S. F., Handayani, M., Rachman, L., Aulia, Z., & Ramadhani, S. T. (2024). Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Ekonomi Biru Guna Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Di Pesisir Kabupaten Serang (Enhancing the Capacity of Entrepreneurs through Blue Economy to Increase Employment Absorption in the Coastal Areas of Serang Regency). Indonesia Berdaya, 6(1), 127–140. https://doi.org/10.47679/ib.20251002

Issue

Section

Articles

Citation Check