(2) Tuti Alawiyah
(3) Mita Aulia
(4) Novalina Rossa Ramadhan
(5) Nur Muzdalifah
(6) Muhamad Rifa’I
(7) Yunus Dwy Kurniawan
(8) Novita Sari
(9) Bella Safira
(10) Syifa Zahratan Nur
(11) Hayatun Nufus
(12) Deva Novelia
(13) Muti'ah Muti'ah
(14) Pega Eliya
(15) Inayah inayah
(16) Nasya Angraini Retanti
(17) Izzatul Afifah
*corresponding author
AbstractSungai Pinang Lama adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Sungai Pinang Lama terbagi menjadi 7 Rukun Tetangga. Pendapatan utama masyarakat Sungai Pinang Lama adalah petani beras dan nelayan. Kehidupan masyarakat di bantaran sungai pada pedesaan sangat erat kaitannya dengan sungai yang menjadi pusat dari berbagai aspek kehidupan mereka. Desa Sungai Pinang Lama memiliki beberapa permasalahan seperti kurangnya air bersih oleh karena itu perlunya pengelolaan air bersih yang dibantu oleh mahasiswa dari universitas sari mulia dengan cara membuat filter air bersih menggunakan botol bekas dan bahan alami. Program ini bertujuan untuk pengelolaan air bersih masyarakat sudah paham dan bisa mempraktikkan pembuatan filter alami air bersih berbahan karbon aktif. Abstract. Sungai Pinang Lama is one of the villages located in Sungai Tabuk District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, Indonesia. Sungai Pinang Lama is divided into 7 Neighborhood Associations. The main income of the Sungai Pinang Lama community is rice farmers and fishermen. The lives of people on the banks of the river in rural areas are closely related to the river which is the center of various aspects of their lives. Sungai Pinang Lama Village has several problems such as lack of clean water, therefore the need for clean water management assisted by students from Sari Mulia University by making clean water filters using used bottles and natural materials. This program aims to ensure that the community understands clean water management and can practice making natural clean water filters made from activated carbon. KeywordsAir Bersih; Filter Air; Karbon Aktif
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.20251054 |
Article metricsRead: 118 | Download: 107 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Aziza N, Nova M, B. J. dkk. (2020). Pengaruh penyuluh kesehatan tentang PHBS dalam menggunakan air bersih terhadap kebersihan dan kesehatan rumah tangga di Desa Sidoasih Kabupaten Lampung Selatan. Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 43-47.
Gleick, P. H. (2002). Dirty Water: Estimated Deaths from Water-Related Diseases 2000-2020. Pacific Institute for Studies in Development, Environment, and Security.
Mada Wati, A. (2020). Implementasi Artificial Neural Network Dalam Memprediksi Nilai Air Bersih Yang Disalurkan Di Provinsi Indonesia.
Pramaningsih, V., Yuliawati, R., Sukisman, S., Hansen, H., Suhelmi, R., & Daramusseng, A. (2023). Indek Kualitas Air dan Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat Sekitar Sungai Karang Mumus, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(3), 313-319.
Smith, J., & Brown, L. (2020). Activated Carbon for Water Treatment. Journal of Environmental Management, 250, 109-118.
Triatmadja, R. (2019). Teknik penyediaan air minum perpipaan. University Press. Gadjah
World Health Organization (WHO). (2017). Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First Addendum. Geneva: World Health Organization.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Nurul Amanah, Tuti Alawiyah, Muti’ah, Nasya Angraini Retanti, Novalina Rossa Ramadhan, Nur Muzdalifah, Bella Safira, Deva Novelia, Muhamad Rifa’I, Mita Aulia, Novita Sari, Pega Eliya, Hayatun Nufus, Inayah, Izzatul Afifah, Syifa Zahratan Nur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









Download