Psikoedukasi Perilaku Seksual Beresiko Untuk Pencegahan HIV/AIDS Pada Siswa SMK “Y” Wates Kediri (Psychoeducation of Risky Sexual Behavior To Prevent HIV/AIDS In Students Of Smk “Y” Wates Kediri)

(1) * Puput Mariyati Mail (Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Indonesia)
(2) Prima Agusti Lukis Mail (Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Indonesia)
(3) Farida Noor Arifah Mail (Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Angka kejadian kasus HIV/AIDS di Indonesia, terutama di kalangan remaja semakin meningkat. Remaja menjadi kelompok paling rentan terinfeksi HIV/AIDS karena remaja mulai mempraktikkan perilaku seksual berisiko yang memungkinkan terjadinya penularan HIV/AIDS. Remaja perlu dibekali pengetahuan terkait pencegahan HIV/AIDS yang berbasis sekolah agar dapat mengenali bahaya dari HIV/AIDS dan menghindari perilaku seksual beresiko sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode psikoedukasi di SMK “Y” di wilayah Wates Kediri dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual beresiko untuk mencegah remaja terkena HIV/AIDS. Materi yang disampaikan mencakup memahami HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyebaran, pengobatan dan penanganan, serta pencegahannya termasuk Perilaku Seksual Beresiko. Psikoedukasi dihadiri oleh 31 siswa perwakilan kelas 1-3 dari berbagai jurusan. Metode yang dilakukan adalah one group pretest-posttest design, dengan menggunakan uji normalitas gain (n-gain score).  Hasil kegiatan ini menunjukkan rata-rata n-gain score sebesar 0.51 (sedang) yang berarti bahwa ada peningkatan pengetahuan siswa terkait materi yang disampaikan. Diharapkan melalui pengabdian ini siswa dapat menghindari perilaku seksual beresiko untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.

Abstract. The rate of HIV/AIDS cases in Indonesia, especially among adolescents is increasing. Adolescents become the most vulnerable group infected with HIV/AIDS because adolescents begin to practice risky sexual behavior that allows the transmission of HIV/AIDS. Adolescents need to be equipped with knowledge related to school-based HIV/AIDS prevention in order to recognize the dangers of HIV/AIDS and avoid risky sexual behavior as an effort to prevent HIV/AIDS. This community service is carried out by psychoeducational methods at SMK “Y” in the Wates, Kediri with the aim of increasing knowledge about risky sexual behavior to prevent adolescents from getting HIV/AIDS. The material presented includes understanding HIV (Human Immunodeficiency Virus) and AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), spread, treatment and handling, as well as prevention including risky sexual behavior. Psychoeducation was attended by 31 students representing grades 1-3 from various majors. The method is one group pretest-posttest design, using gain normality test (n-gain score).  The results of this activity showed an average N-gain value of 0.51 (medium) which means there is an increase in student knowledge related to the material presented. It is expected that through this service students can avoid risky sexual behavior to prevent the transmission of HIV / AIDS among adolescents


Keywords


HIV/AIDS; remaja; perilaku seksual beresiko; psikoedukasi; siswa

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.20251061
      

Article metrics

Read: 275 | Download: 803

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Chawla, N., & S., Sarkar (2019). Defining “High-risk Sexual Behavior” in the Context of Substance Use. Journal of Psychosexual Health (1) 26–31. in.sagepub.com/journals-permissions-india DOI: 10.1177/2631831818822015

CNN Indonesia (Senin, 02 Des 2024). Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20241202104452-255-1172755/kemenkes-catat-35-ribu-kasus-hiv-baru-sepanjang-2024#:~:text=CNN%20Indonesia%20%2D%2D-,Kementerian%20Kesehatan%20mencatat%20sebanyak%2035.415%20kasus%20baru%20HIV%20dan%2012.481,terhitung%20selama%20periode%20Januari%2DSeptember.

Himpunan Psikologi Indonesia. (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Jakarta: HIMPSI.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI (2016). Buku saku HIV AIDS dan IMS. Jakarta: Kementerian Kesehatan

Utomo ID, McDonald, P. (2009). Adolescent reproductive health in Indonesia: contested values and policy inaction. Studies in Family Planning Journal, 40 (2): 133-46.

Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). Quasi-experiments: interrupted time-series designs. Experimental and quasi-experimental designs for generalized causal inference, 171-205.

Srivastava, P., & Panday, R. (2016). Psychoeducation an effective tool as treatment modality in mental health. The International Journal of Indian Psychology, 4(1), 123-130.

Syafitriani, D., Trihandini, I., & Irfandi, J. (2022). Determinan perilaku seks pranikah pada remaja (15-24 tahun) di Indonesia (analisis SDKI 2017). Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 8(2), 205-218.

UNAIDS, G. (1999). AIDS and HIV infection: information for United Nations employees and their families.

Wahyunik, S. (19 Desember, 2024). Gen Z Dominasi Kasus Baru HIV di Kabupaten Kediri, Edukasi Kesehatan Reproduksi Kunci Pencegahan. Diakses dari https://jatim-timur.tribunnews.com/2024/12/19/gen-z-dominasi-kasus-baru-hiv-di-kabupaten-kediri-edukasi-kesehatan-reproduksi-kunci-pencegahan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Puput Mariyati, Prima Agusti Lukis, Farida Noor Arifah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373