(2) Agnes Fridolin
(3) Nadya Novianty
(4) Gusti Harifa Septia
(5) Shinta Nauli Aritonang
(6) Norul Hikmah
*corresponding author
AbstractAbstract. Stunting is a serious problem in Sungai Tandipah Village, Sungai Tabuk Subdistrict, Banjar Regency, with prevalence increasing from 11.9% (2022) to 18.42% (2024). Contributing factors include poor sanitation due to untreated river water consumption, low nutritional literacy, and vulnerable agricultural-based livelihoods affected by flooding. The partner in this program is Posyandu Mawar, with 10 active cadres whose roles in nutrition education, parenting, and stunting prevention remain suboptimal. The main issues are divided into social aspects—low communication skills among cadres, limited awareness of child nutrition among mothers, poor sanitation, and lack of educational media—and management aspects, such as weak financial management and underutilization of local food potential. Solutions offered include training in interpersonal communication, balanced nutrition, simple water filter development, educational toolkit creation, financial management training, and establishment of a mini nutrition stall based on local food. The program was implemented through five stages: socialization, training, technology application, mentoring, and sustainability planning. The results show increased cadre capacity, with 90% improving interpersonal communication skills, 100% understanding balanced nutrition principles, and 90% improving financial management knowledge. Tangible outputs include educational media, two prototypes of simple water filters, and a mini nutrition stall producing local food products, supporting sustainable stunting prevention in the community.
Abstrak. Stunting merupakan permasalahan serius di Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dengan prevalensi meningkat dari 11,9% (2022) menjadi 18,42% (2024). Faktor penyebab meliputi sanitasi buruk akibat penggunaan air sungai tanpa pengolahan, rendahnya literasi gizi, serta kondisi ekonomi berbasis pertanian yang rentan banjir. Mitra kegiatan adalah Posyandu Mawar dengan 10 kader aktif yang belum optimal dalam edukasi gizi, pola asuh, dan pencegahan stunting. Permasalahan utama mencakup aspek sosial, seperti keterampilan komunikasi kader yang rendah, minimnya kesadaran ibu balita, sanitasi yang buruk, dan ketiadaan media edukasi, serta aspek manajemen berupa lemahnya pengelolaan keuangan dan belum dimanfaatkannya pangan lokal. Solusi ditawarkan melalui pelatihan komunikasi interpersonal, gizi seimbang, pembuatan filter air sederhana, pengembangan toolkit edukasi, pelatihan manajemen keuangan, dan pembentukan warung gizi mini berbasis pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan perencanaan keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas kader, dengan 90% lebih terampil dalam komunikasi interpersonal, 100% memahami gizi seimbang, serta 90% lebih baik dalam manajemen keuangan. Produk nyata berupa media edukasi, dua prototipe filter air, dan warung gizi mini telah dihasilkan, mendukung keberlanjutan pencegahan stunting di masyarakat. Keywordsliterasi keuangan; pemanfaatan pangan lokal; pemberdayaan masyarakat; pencegahan stunting; promosi kesehatan; sanitasi
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.20251298 |
Article metricsRead: 323 | Download: 186 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2022). Strategi nasional percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) periode 2021–2024. Jakarta: Bappenas.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Provinsi Kalimantan Selatan dalam angka tahun 2024. Banjarmasin: BPS.
Damayanti, E., Hasibuan, H. A., Agustin, I., & Siregar, N. H. (2025). Strategi pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan komunitas kader posyandu. Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 66–70.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku panduan indikator kinerja utama perguruan tinggi negeri. Jakarta: Kemdikbud. Retrieved April 9, 2025, from http://dikti.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2021/06/Buku-Panduan-IKU-2021-28062021.pdf
Fitriani, N. (2023). Diversifikasi pangan lokal sebagai strategi pencegahan stunting di wilayah pedesaan. Jurnal Gizi dan Pangan Lokal, 12(2), 87–96.
Husamah, H., Ardiyani, D. K., Wijayati, P. H., & Mashuri. (2025). Metode pendidikan orang dewasa: Pendekatan andragogi dan transformasi. Malang: PT Akselerasi Karya Mandiri.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Lestari, D., Wulandari, A., & Prasetyo, H. (2021). Peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan komunikasi interpersonal dalam edukasi gizi balita. Jurnal Promosi Kesehatan, 19(1), 55–66.
Maria, E., Sudarso, A., & Angin, J. T. K. (2023). Membangun sense of belonging (rasa memiliki) individu dan menerapkannya sebagai wujud motivasi diri dalam bekerja dan kecintaan terhadap organisasi pada YPK Don Bosco KAM. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI, 3(1), 104–112.
Pemerintah Kabupaten Banjar. (2024). Surat Keputusan Bupati Banjar Nomor 188.45/159/KUM/2024 tentang Lokasi Fokus (Lokus) Intervensi Percepatan Penurunan Stunting di tahun 2025 Kabupaten Banjar. Banjar: Pemerintah Kabupaten Banjar.
Rahel, M., Ali, M., Eliyana, Surrah, M., Habibah, U., Aliyah, R., et al. (2025). Model pemberdayaan masyarakat kolaboratif berbasis participatory action research (PAR): Sinergi revitalisasi spiritualitas keagamaan dan penguatan ekonomi lokal di Dusun Carabaka, Bawean. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desa, 6(2), 569–586.
Rahmawati, I., Yusuf, A., & Mardiana, S. (2022). Hubungan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kalimantan Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(3), 201–210.
Sari, N., Utami, P., & Hidayat, R. (2020). Pengaruh edukasi gizi terhadap perilaku pemberian makan ibu balita. Jurnal Gizi Indonesia, 9(1), 45–53.
UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021: On my mind – Promoting, protecting and caring for children’s mental health. New York: UNICEF.
World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2020 edition. Geneva: WHO.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 M fajriannor TM, Agnes Fridolin, Nadya Novianty, Gusti Harifa Septia, Shinta Nauli Aritonang, Norul Hikmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








Download