(2) Heni Agustina
(3) Tri Deviasari Wulan
(4) Mohamad Ghofirin
*corresponding author
AbstractAbsdtract. The development of digital financial services or financial technology (fintech) has had a significant impact on the financial behavior of young people. Senior high school students are increasingly exposed to application-based financial services, yet their level of financial literacy remains low. Data from the 2025 National Survey on Financial Literacy and Inclusion (SNLIK) by the Financial Services Authority (OJK) shows that Indonesia’s financial literacy index stands at 66.46%, while the financial inclusion index reaches 80.51%. Among the 15–17 age group, the literacy level is only 51.86%, indicating a wide gap between the utilization of financial services and the understanding of inherent risks. This community service program was carried out at SMAN 1 Bangsal, Mojokerto, with the aim of improving financial literacy and introducing fintech safely to students. The implementation method included needs analysis, interactive workshops, digital financial application simulations, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in students’ understanding average financial literacy scores improved by 70–100% across various indicators. Students demonstrated wiser attitudes in managing pocket money, recording expenses, and understanding the risks of illegal online loans. This program reinforces previous literature stating that the integration of financial literacy with digital literacy can foster healthy financial behavior. Abstrak. Perkembangan layanan keuangan digital atau financial technology (fintech) membawa dampak signifikan terhadap perilaku finansial generasi muda. Siswa sekolah menengah atas (SMA) semakin terpapar layanan keuangan berbasis aplikasi, namun tingkat literasi keuangan mereka masih rendah. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%. Pada kelompok usia 15–17 tahun, tingkat literasi hanya 51,86%, menandakan adanya kesenjangan yang lebar antara pemanfaatan layanan keuangan dengan pemahaman risiko yang melekat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 1 Bangsal, Mojokerto, dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan mengenalkan fintech secara aman kepada siswa. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, workshop interaktif, simulasi aplikasi keuangan digital, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa: nilai rata-rata literasi keuangan meningkat 70–100% pada berbagai indikator. Siswa menunjukkan sikap lebih bijak dalam mengelola uang saku, mencatat pengeluaran, serta memahami risiko pinjaman online ilegal. Program ini memperkuat literatur terdahulu yang menyebutkan bahwa integrasi literasi keuangan dengan literasi digital mampu menciptakan perilaku finansial sehat. Keywordsliterasi keuangan; fintech; siswa SMA; kesadaran keuangan; pengabdian masyarakat
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.20261313 |
Article metricsRead: 191 | Download: 223 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Annisa, M. L., & Kertarajasa, A. Y. (2023). Literasi pemanfaatan aplikasi buku kas dalam mengatur keuangan bagi siswa SMA Aisyiyah Palembang. Media Abdimas, 2(2), 23–30.
Ansari, A. (2024). Edukasi manajemen keuangan melalui aplikasi digital dalam upaya peningkatan literasi di kalangan pelajar. Jurnal Bhakti Jivana, 1(2), 97–104.
Elfita, R. A., Primasari, N. S., Agustina, H., Wulan, T. D., & Mardhotillah, R. R. (2024). Peningkatan Pemahaman Pengelolaan Keuangan: Literasi Aplikasi Keuangan pada Siswa. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (Vol. 4, No. 2, pp. 456-465). https://doi.org/10.33086/snpm.v4i2.1529
La Basiru, W., Rumalutur, R., Elwuar, P. F., Dasmasela, R., Ode, A. W., & Tupamahu, K. H. (2024). Sosialisasi literasi keuangan untuk siswa: menghindari jebakan pinjaman online ilegal dan judi online di SMA As Salam Ambon. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2(6), 287–295. https://doi.org/10.61722/jipm.v2i6.557
Muhammad, G., Sobarna, A., Safitri, N., Faujiah, C. S., & Putri, R. V. (2024). Peningkatan literasi digital dan keuangan siswa SMP Negeri 01 Tanjungsiang menuju generasi melek teknologi dan finansial. Beujroh: Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat, 2(3), 423–438. https://doi.org/10.61579/beujroh.v2i3.207
OECD. (2022). Financial Education for Youth: Priorities and Delivery Approaches. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.
OJK. (2025). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital Serta Perkuat Ekosistem Fintech.
Perkasa, D. H., Purwanto, S., Ariani, M., Vitriani, N., & Parashakti, R. D. (2024). Literasi keuangan untuk siswa SMKN 16 Jakarta Pusat. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(1), 109–116. https://doi.org/10.32509/abdimoestopo.v7i.3696
Primasari, N. S., Elfita, R. A., & Khoiriyah, L. (2024). Peningkatan kesadaran keuangan digital melalui literasi berbasis web untuk mengatasi risiko pinjaman online pada generasi muda. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(2), 91–97. https://doi.org/10.36982/jam.v8i2.4350
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Rizki Amalia Elfita, Heni Agustina, Tri Deviasari Wulan, Mohamad Ghofirin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








Download