Pelatihan Pembuatan Permen Kayu Manis: Herbal Lokal untuk Kesehatan [Cinnamon Candy Making Training: Local Herbal for Healt]

(1) * Risyda Komaliya Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(2) Melviani Melviani Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(3) Dian Reki Fileni Filemon Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(4) Ine Andriani Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(5) Lalu Elwin Tri Surya Rinjani Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(6) Ririn Sagita Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
(7) Rafelita Septania Barek Witin Mail (Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Abstract. Cinnamon (Cinnamomum) is a popular spice due to its distinctive taste and aroma. However, because of a lack of knowledge about the health benefits of cinnamon, it tends to be used only as a flavoring agent. The aim of this program is to increase the local community’s knowledge and practical skills in the sustainable use of cinnamon, as well as to empower them to process cinnamon into high-value products with various health benefits. This program consists of three stages: preparation (survey and preparation of educational materials), implementation (education and training), and evaluation. Education was delivered directly using leaflets. The evaluation results showed that 18 participants (94.7%) experienced an increase in knowledge, and there was an improvement in the practical skills of participants as directly observed by the team. Participants were able to understand the process of making cinnamon candy as demonstrated and were able to practice it independently.

 

Abstrak. Kayu manis (Cinnamomum) merupakan rempah yang populer karena rasa dan aromanya yang khas. Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat kesehatan kayu manis, rempah ini cenderung hanya digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis masyarakat lokal dalam pemanfaatan kayu manis secara berkelanjutan, serta memberdayakan mereka untuk mengolah kayu manis menjadi produk bernilai tinggi dengan berbagai manfaat kesehatan. Program ini terdiri dari tiga tahap: persiapan (survei dan penyusunan materi edukasi), pelaksanaan (edukasi dan pelatihan), dan evaluasi. Edukasi diberikan secara langsung menggunakan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 18 peserta (94,7%) mengalami peningkatan pengetahuan, dan terdapat peningkatan keterampilan praktis peserta yang diamati langsung oleh tim. Peserta mampu memahami proses pembuatan permen kayu manis yang telah didemonstrasikan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri.

Keywords


Kayu Manis; Kesehatan; Obat Herbal; Permen Sehat

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.20261346
      

Article metrics

Read: 187 | Download: 216

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Bersy, D., Mostafa, M., & El-Araby, S. (2021). Evaluation of the antibacterial effect of cinnamon extract on Streptococcus mutans. Al-Azhar Dental Journal for Girls, 8(1), 123–128.

Błaszczyk, N., Rosiak, A., & Kałużna-Czaplińska, J. (2021). The potential role of cinnamon in human health. Forests, 12(5), 1–17. https://doi.org/10.3390/f12050648

Davoudi, F., & Ramazani, E. (2024). Antioxidant and anti-inflammatory effects of Cinnamomum species and their bioactive compounds: An updated review of the molecular mechanisms. Physiology and Pharmacology, 28(2), 99–116. https://doi.org/10.61186/phypha.28.2.99

Goel, B., & Mishra, S. (2020). Medicinal and nutritional perspective of cinnamon: A mini-review. European Journal of Medicinal Plants, 31(3), 10–16. https://doi.org/10.9734/ejmp/2020/v31i330218

Marina, P. S. (2021). Treating cervical cancer with cinnamon Burmanni bark. Jurnal Medika Hutama, 2(4), 1080–1083.

Maslahah, N., & Hera, N. (2023). Kandungan senyawa bioaktif dan kandungan tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii). BSIP-Perkebunan, 1(3), 5–7.

Melviani, M., Noval, N., & Fricillia, O. Z. (2022). Pembuatan permen jahe sebagai peningkat imunitas tubuh pada masa pendemi. LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 167–170. https://doi.org/10.25077/logista.6.1.167-170.2022

Sharma, S., Mandal, A., Kant, R., Jachak, S., & Jagzape, M. (2020). Is cinnamon efficacious for glycaemic control in type-2 diabetes mellitus? Journal of Pakistan Medical Association, 70(11), 2065–2069.

Wang, J., et al. (2020). Traditional uses, phytochemistry and pharmacological activities of the genus Cinnamomum (Lauraceae): A review. Fitoterapia, 146, 104675. https://doi.org/10.1016/j.fitote.2020.104675

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Risyda Komaliya, Melviani, Dian Reki Fileni Filemon, Ine Andriani, Lalu Elwin Tri Surya Rinjani, Ririn Sagita, Rafelita Septania Barek Witin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373