Pendampingan Pembuatan Narasi Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Adat Marusu Melalui Teknologi Tepat Guna [Assistance in Developing Historical and Cultural Narratives of the Marusu Customary Kingdom through Appropriate Technology]

Authors

  • Fajar Sidiq Limola Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • A Lili Evita Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Muhammad Ridha Anugrah Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Indo Alang Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Nizar Ckholifa Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Andi Usrawi Maappaseng Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Elsa Stefhanie Saung Universitas Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261372

Keywords:

Sejarah Lokal, Teknologi Tepat Guna, Pemberdayaan Komunitas, Kerajaan Adat Marusu, Dokumentasi Budaya

Abstract

This Community Service activity is motivated by the absence of a systematic historical and cultural narrative in the area of the Marusu Customary Kingdom, located in Baju Bodoa Subdistrict, Maros Baru District, Maros Regency, as well as the partners’ limited capacity in using cultural documentation technology. The purpose of this activity is to assist the local community in compiling historical and cultural narratives through a participatory approach and training in the use of appropriate digital technology. The methods used include stages of historical research—heuristics, verification, interpretation, and historiography—combined with audio-visual documentation training. The activity involved traditional leaders, cultural maestros, and youth in the processes of interviews, visual documentation, and narrative validation. The outcomes include an online-published documentary video on the history and culture of the Marusu Customary Kingdom and a pocket book containing historical narratives based on oral sources. This activity has enhanced the partners’ capacity in managing digital media and strengthened collective awareness of the importance of preserving local history and culture. The program demonstrates the effectiveness of community-based collaboration in cultural preservation and is recommended for replication in other customary regions to reinforce local identity.

 

Abstrak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum adanya narasi sejarah dan kebudayaan yang sistematis di wilayah Kerajaan Adat Marusu, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, serta keterbatasan mitra dalam penguasaan teknologi dokumentasi budaya. Tujuan kegiatan ini adalah mendampingi masyarakat lokal dalam menyusun narasi sejarah dan budaya melalui pendekatan partisipatif serta pelatihan penggunaan teknologi digital yang tepat guna. Metode yang digunakan mencakup tahapan penelitian sejarah meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, dikombinasikan dengan pelatihan dokumentasi audio-visual. Kegiatan ini melibatkan tokoh adat, maestro budaya, dan pemuda dalam proses wawancara, dokumentasi visual, dan validasi narasi. Hasil kegiatan meliputi video dokumenter sejarah dan budaya Kerajaan Adat Marusu yang dipublikasikan secara daring serta buku saku berisi narasi sejarah berbasis sumber lisan. Kegiatan ini meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan media digital serta memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Program ini membuktikan efektivitas kolaborasi berbasis komunitas dalam pelestarian budaya dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah adat lainnya guna memperkuat identitas lokal.

Author Biographies

Fajar Sidiq Limola, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

A Lili Evita, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Muhammad Ridha Anugrah, Universitas Hasanuddin

Departemen Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Makassar

Indo Alang, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Nizar Ckholifa, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Andi Usrawi Maappaseng, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

Elsa Stefhanie Saung, Universitas Hasanuddin

Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin

References

Butler, J. (2017). Where access meets multimodality: The case of ASL music videos. Kairos: A Journal of Rhetoric, Technology, and Pedagogy, 21(1). http://technorhetoric.net/21.1/topoi/butler/index.html

Handoko, T. (2019). Teknologi tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat. Gadjah Mada University Press.

Indriastuti, R., & Wibowo, T. (2019). Digitalisasi budaya dan revitalisasi identitas komunitas lokal. Jurnal Humaniora, 31(2), 154–166. https://doi.org/10.22146/jh.v31i2.43460

Ismail, M. (2023). Digital heritage dalam perspektif sejarah lokal. Patrawidya, 24(1), 45–59. https://doi.org/10.24832/patrawidya.v24i1.309

Kartodirdjo, S. (2013). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia.

Kuntowijoyo. (2008). Pengantar ilmu sejarah. Bentang Budaya.

Mahmud, A. (2021). Sejarah lisan dan pelestarian ingatan komunitas adat. Jurnal Sejarah dan Budaya, 15(1), 35–50. https://doi.org/10.25077/jsb.15.1.35-50.2021

Nugroho, A. (2020). Identitas kultural dan narasi lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(3), 217–229. https://doi.org/10.7454/jai.v41i3.1189

Purwanto, B. (2016). Historiografi Indonesia: Antara nasional dan lokal. Ombak.

Rahardjo, S. (2015). Masyarakat adat dan tantangan modernitas. Yayasan Obor Indonesia.

Rochmawati, T. (2020). Narasi sejarah sebagai alat advokasi kebijakan budaya. Jurnal Ilmu Sosial, 28(2), 122–135. https://doi.org/10.14710/jis.28.2.122-135

Stegmeir, M. (2016). Climate change: New discipline practices promote college access. The Journal of College Admission, 231, 44–47. https://www.nxtbook.com/ygsreprints/NACAC/nacac_jca_spring2016/#/46

Sugiyanto, E. (2022). Teknologi digital dan revitalisasi sejarah komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 83–95. https://doi.org/10.25077/jpm.4.1.83-95.2022

Sulastri, N. (2021). Penggunaan teknologi untuk dokumentasi sejarah komunitas adat. Jurnal Teknologi Sosial, 2(3), 201–215. https://doi.org/10.24843/jts.2021.v2.i3.p2

Suryadi, H. (2018). Kapasitas lokal dalam pengelolaan warisan budaya. Jurnal Kebudayaan Daerah, 19(2), 66–79.

Widodo, D. (2017). Metodologi pengabdian berbasis sejarah lokal. Jurnal Abdi Ilmu, 2(1), 44–58.

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Springer.

Downloads

Published

2025-12-13

How to Cite

Limola, F. S., Evita, A. L., Anugrah, M. R., Alang, I., Ckholifa, N., Maappaseng, A. U., & Saung, E. S. (2025). Pendampingan Pembuatan Narasi Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Adat Marusu Melalui Teknologi Tepat Guna [Assistance in Developing Historical and Cultural Narratives of the Marusu Customary Kingdom through Appropriate Technology]. Indonesia Berdaya, 7(1), 181–188. https://doi.org/10.47679/ib.20261372

Issue

Section

Articles

Citation Check