Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Narkotika Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 dan Pedoman Jaksa Agung No. 11 Tahun 2021 [Law Enforcement Against Narcotics Crimes Based on Law No. 35 of 2009 and the Attorney General's Guidelines No. 11 of 2021]

Authors

  • Aryadi Almau Dudy Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Mataram, Indonesia
  • Suheflihusnaini Ashady Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Mataram, Indonesia
  • Ahwan Ahwan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261388

Keywords:

Narkotika, Penegakan Hukum, Assesmen Terpadu

Abstract

Law enforcement against narcotic crimes in Indonesia requires a proportional and layered approach. Based on Law No. 35 of 2009 and the Attorney General’s Guideline No. 11 of 2021, the enforcement system is built on a differentiation of offenders, whereby users, addicts, and victims of drug abuse are directed toward rehabilitative mechanisms, while dealers, manufacturers, couriers, and network actors are subjected to a repressive approach. The Integrated Assessment serves as a key instrument to determine the legal and medical status of the offender, preventing excessive criminalization and ensuring an appropriate legal response. This study demonstrates that the effectiveness of law enforcement depends heavily on consistent implementation of assessments, the professionalism of law enforcement officers, and cross-agency coordination. In conclusion, Indonesia’s narcotics law enforcement model integrates human rights protection, substantive justice, and firm action against drug trafficking, while positioning the assessment as the primary filter in determining the case handling pathway.

 

Abstrak. Penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di Indonesia menuntut pendekatan yang proporsional dan berlapis. Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 dan Pedoman Jaksa Agung No. 11 Tahun 2021, sistem penegakan hukum dibangun dengan diferensiasi pelaku, di mana penyalahguna, pecandu, dan korban penyalahgunaan diarahkan pada mekanisme rehabilitatif, sedangkan pengedar, pembuat, kurir, dan pelaku jaringan ditindak melalui pendekatan represif. Asesmen Terpadu menjadi instrumen kunci untuk menentukan status pelaku secara medis dan yuridis, sehingga mencegah kriminalisasi berlebihan dan memastikan respons hukum yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum sangat bergantung pada konsistensi penerapan asesmen, profesionalitas aparat, serta koordinasi lintas-instansi. Kesimpulannya, model penegakan hukum narkotika Indonesia telah mengintegrasikan perlindungan HAM, keadilan substantif, dan penindakan terhadap ancaman peredaran gelap, sekaligus menempatkan asesmen sebagai penyaring utama dalam menentukan jalur penanganan perkara.

References

Al’anam, M. (2025). Teori Keadilan Perspektif Gustav Radbruch: Hubungan Moral Dan Hukum. Universitas Abulyatama Jurnal Humaniora, 9(1), 119–133. https://doi.org/10.30601/humaniora.v%vi%i.6393

Barda Nawawi Arief, S. H. (2016). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Prenada Media.

Jesse Wall. (2018). Public Wrongs and Private Wrongs. Canadian Journal of Law & Jurisprudence, 31. https://www.cambridge.org/core/journals/canadian-journal-of-law-and-jurisprudence/article/abs/public-wrongs-and-private-wrongs/236C22CF4EDEC8686C31129827A00FAC#article

Johan, N. B. (2008). Metode Penelitian Ilmu Hukum. Mandar Maju, Bandung.

Kornelis Antonius Ada Bediona; Muhamad Rafly Falah Herliansyah; Randi Hilman Nurjaman; Dzulfikri Syarifuddin. (2024). Analisis Teori Perlindungan Hukum Menurut Philipus M Hadjon Dalam Kaitannya Dengan Pemberian Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 2 (1), 1–25. https://doi.org/DOI:10.11111

Laili, A., & Fadhila, A. R. (2021). TEORI HUKUM PROGRESIF (Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, S.H.).

Lutfil Ansori. (2017). REFORMASI PENEGAKAN HUKUM PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF Lutfil Ansori. Jurnal Yuridis, 4(2), 148–163.

Maglione, G. (2021). Restorative Justice, Crime Victims and Penal Welfarism. Mapping and Contextualising Restorative Justice Policy in Scotland. Social and Legal Studies, 30(5), 745–767. https://doi.org/10.1177/0964663920965669

Marbun, A. N., & Laracaka, R. (2019). Analisa Ekonomi terhadap Hukum dalam Pemidanaan Partai Politik melalui Pertanggungjawaban Korporasi dalam Perkara Tipikor. Jurnal Antikorupsi INTEGRITAS, 5(1), 127–167. https://doi.org/10.32697/integritas.v5i1.384

Nasution, B. J. (2008). Metode penelitian ilmu hukum. Bandung: Mandar Maju.

Noor Aulia Sari, G., Sinta Dewi Pramudita, W., Muhammad Muhklasin, R., & Sulistianingsih, D. (2024). Tinjauan Filosofis Keadilan Restoratif dalam Lensa Teori Keadilan.

Pamungkas, R. A., Farchan, M. M., & Arifin, D. S. (2025). KEADILAN HUKUM DALAM PRAKTIK: MENGUJI IDEALISME TERHADAP REALITAS. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(3), 4324.

Permanasari, A., Gulo, S., & Ras, H. (2025). SELF VICTIMIZING VICTIMS PENGGUNA NARKOTIKA DALAM TINJAUAN KRIMINOLOGI DAN VIKTIMOLOGI. https://jurnal.prestasiku.org

Tomlinson, K. D. (2016). An Examination of Deterrence Theory: Where Do We Stand?

Tomy Michael. (2016, July 28). MEMAKNAI PEMIKIRAN JEAN-JACQUES ROUSSEAU TENTANG KEHENDAK UMUM MENCIPTAKAN KEADILAN. UNISBANK (SENDI_U) KE-2 Tahun 2016 Kajian Multi Disiplin Ilmu Dalam Pengembangan IPTEKS Untuk Mewujudkan Pembangunan Nasional Semesta Berencan (PNSB) Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Global. http://raimondfloralamandasa.

tribratanews. (2025). BNN: Jumlah Pecandu Narkotika di Indonesia Capai 3,3 Juta. Https://Tribratanews.Polri.Go.Id/Blog/Nasional-3/Bnn-Jumlah-Pecandu-Narkotika-Di-Indonesia-Capai-33-Juta-89869.

UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST ILLICIT TRAFFIC IN NARCOTIC DRUGS AND PSYCHOTROPIC SUBSTANCES, 1988.

Utsman, S. (2008). Menuju penegakan hukum responsif: konsep Philippe Nonet & Philip Selznick: perbandingan Civil Law system & Common Law system, spiral kekerasan & penegakan hukum. Pustaka Pelajar.

Vajiram Content Team. (2025, October). World Drug Report 2024. Https://Vajiramandravi.Com/Current-Affairs/World-Drug-Report-2024/.

Watupongoh, T., Lembong, R. R., & Kereh, O. A. (2021). PERLINDUNGAN HUKUM ATAS KORBAN PEMERKOSAAN DALAM PROSES PENEGAKAN HUKUM PIDANA: Vol. IX (Issue 8).

Zandro, A., Tinggi, S., Teologi, F., & Sasana, W. (2024). Negara Leviathan dan Kontrak Sosial Hobbes: Membentuk Hidup Bersama dalam Pluralitas Masyarakat. AGRAPANA Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 1(3), 2024. https://e-journal.fisipol-undar.ac.id/index.php/agrapana

Downloads

Published

2025-12-17

How to Cite

Dudy, A. A., Ashady, S., & Ahwan, A. (2025). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Narkotika Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 dan Pedoman Jaksa Agung No. 11 Tahun 2021 [Law Enforcement Against Narcotics Crimes Based on Law No. 35 of 2009 and the Attorney General’s Guidelines No. 11 of 2021]. Indonesia Berdaya, 7(1), 279–290. https://doi.org/10.47679/ib.20261388

Issue

Section

Articles

Citation Check