Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Seduhan Daun Salam dan Daun Seledri sebagai Terapi Pendukung untuk Mengatasi Hipertensi dan Asam Urat di Desa Sungai Bakung [Improving Community Knowledge Through Education on Bay Leaf and Celery Leaf Infusions as Complementary Therapy for Hypertension and Hyperuricemia in Sungai Bakung Village]

Authors

  • Rahmadani Rahmadani Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Indonesia
  • Novalina Rossa Ramadhan Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Indonesia https://orcid.org/0009-0008-6108-4101
  • Lidia Risma Putri Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Indonesia
  • Tria Fatmalika Universitas Sari Mulia, Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261525

Keywords:

education, bay leaves, celery leaves, hypertension, hyperuricemia, community knowledge

Abstract

Hipertensi dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat sehingga memerlukan upaya pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Salah satu pendekatan komplementer yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan tanaman herbal, seperti daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun seledri (Apium graveolens), yang dipercaya dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar asam urat. Kegiatan edukasi masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan pemanfaatan seduhan daun salam dan daun seledri sebagai terapi pendukung pada hipertensi dan asam urat. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 peserta dengan karakteristik mayoritas perempuan (93,3%) dan laki-laki (6,7%). Berdasarkan distribusi usia, kelompok dewasa usia 30–45 tahun merupakan kelompok peserta terbanyak dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 8,88. Kelompok lansia awal usia 46–55 tahun menunjukkan tingkat pengetahuan awal tertinggi dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 9,66, sedangkan peserta usia di atas 55 tahun memperoleh rata-rata nilai sebesar 8,00. Setelah dilakukan intervensi edukasi, seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan nilai post-test mencapai 10. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait manfaat, cara pengolahan, serta batasan penggunaan daun salam dan daun seledri sebagai terapi komplementer yang tetap digunakan berdampingan dengan pengobatan medis.

 

Abstrak. Hypertension and hyperuricemia are non-communicable diseases with increasing prevalence in the community and require appropriate prevention and management strategies. One complementary approach that can be utilized is the use of herbal plants such as bay leaves (Syzygium polyanthum) and celery leaves (Apium graveolens), which are believed to help control blood pressure and uric acid levels. This community education program aimed to improve public knowledge regarding the preparation and utilization of bay leaf and celery leaf infusions as supportive therapy for hypertension and hyperuricemia.The activity involved 15 participants, predominantly women (93.3%), while men accounted for 6.7%. Based on age distribution, adults aged 30–45 years represented the largest participant group with an average pre-test score of 8.88. The early elderly group aged 46–55 years demonstrated the highest baseline knowledge with an average pre-test score of 9.66, while participants aged over 55 years achieved an average score of 8.00. Following the educational intervention, all participants demonstrated improved knowledge, reflected by post-test scores reaching 10.The findings indicate that health education effectively improves community knowledge regarding the benefits, preparation methods, and limitations of bay leaves and celery leaves as complementary therapy that should be used alongside medical treatment.

Author Biographies

Rahmadani Rahmadani, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker,Universitas Sari Mulia Banjarmasin

Novalina Rossa Ramadhan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker,Universitas Sari Mulia Banjarmasin

Lidia Risma Putri, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker,Universitas Sari Mulia Banjarmasin

Tria Fatmalika, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker,Universitas Sari Mulia Banjarmasin

References

Abdullah, K. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia 2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2024.

Nurhayati R, Wibowo A, Hasanah L. Efektivitas Edukasi Kesehatan Metode Ceramah dan Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat. Jurnal Pendidikan Kesehatan. 2025;11(1):40-48.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Putri R, Wulandari D, Sari M. Potensi Daun Salam dan Seledri sebagai Terapi Komplementer Hipertensi dan Hiperurisemia. Jurnal Farmasi Indonesia. 2024;12(2):45-53

Rahmawati D, Sari P, Utami N. Hubungan Literasi Digital dengan Pengetahuan Kesehatan pada Usia Produktif. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia. 2025;13(1):22-30.

Suryani E, Lestari D. Motivasi Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Kelompok Pra Lansia. Jurnal Keperawatan Komunitas. 2024;9(2):77-85.

World Health Organization. Healthy Ageing and Health Education for Older Adults. Geneva: WHO; 2023.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Rahmadani, R., Ramadhan, N. R., Putri, L. R., & Fatmalika, T. (2026). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Seduhan Daun Salam dan Daun Seledri sebagai Terapi Pendukung untuk Mengatasi Hipertensi dan Asam Urat di Desa Sungai Bakung [Improving Community Knowledge Through Education on Bay Leaf and Celery Leaf Infusions as Complementary Therapy for Hypertension and Hyperuricemia in Sungai Bakung Village]. Indonesia Berdaya, 7(3), 753–760. https://doi.org/10.47679/ib.20261525

Issue

Section

Articles

Citation Check