Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Terapi Herbal Jakeku (Jahe-Kencur-Kunyit) sebagai Pereda Batuk dan Pilek pada Masyarakat Rt 04 Desa Sungai Bakung

Enhance Knowledge Through Education on Jakeku (Ginger-Aromatic Ginger-Turmeric) Herbal Therapy as A Cough and Cold Reliever for The Community of Rt 04 Sungai Bakung Village

Authors

  • Rina Saputri Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Aprilia Sulistia Sari Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Marisa Andani Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Meliana Andini Universitas Sari Mulia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261548

Keywords:

Edukasi Kesehatan, Terapi Herbal, JAKEKU, Jahe, kencur, kunyit, batuk, pilek, pengetahuan masyarakat

Abstract

Cough and cold are common health problems experienced by people of all ages and can interfere with daily activities and quality of life. The use of traditional herbal medicine is one of the alternative approaches widely practiced by Indonesian communities. JAKEKU, a herbal preparation consisting of ginger (Zingiber officinale), aromatic ginger (Kaempferia galanga), and turmeric (Curcuma longa), contains bioactive compounds that may help relieve symptoms of cough and cold. However, public knowledge regarding the proper preparation and use of this herbal remedy remains limited. This community service activity aimed to improve community knowledge regarding the benefits, preparation methods, and proper use of JAKEKU herbal therapy as a complementary treatment for cough and cold among residents of RT 04, Sungai Bakung Village. A descriptive observational approach was employed using pre-test and post-test questionnaires to assess participants' knowledge before and after the educational intervention. The activity included health education sessions, interactive discussions, and a live demonstration of JAKEKU preparation. Participants consisted of 15 community members who met the inclusion criteria and were willing to participate in the entire program. The results demonstrated an increase in knowledge across all age groups after the educational intervention. The average score of participants aged 30–45 years increased from 7.88 to 10.00, those aged 46–55 years increased from 6.66 to 9.00, and participants aged over 55 years increased from 7.00 to 10.00. These findings indicate that the educational program effectively enhanced participants’ understanding of the benefits, preparation procedures, and appropriate use of JAKEKU herbal therapy. Health education combined with practical demonstrations effectively improved community knowledge regarding JAKEKU herbal therapy. Increased knowledge is expected to encourage the rational, safe, and appropriate use of herbal medicine as a complementary approach to relieving cough and cold symptoms.

 

Abstrak. Batuk dan pilek merupakan masalah kesehatan umum yang dialami oleh masyarakat dari segala usia dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Penggunaan obat herbal tradisional adalah salah satu pendekatan alternatif yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. JAKEKU, sebuah sediaan herbal yang terdiri dari jahe (Zingiber officinale), kencur (Kaempferia galanga), dan kunyit (Curcuma longa), mengandung senyawa bioaktif yang dapat membantu meredakan gejala batuk dan pilek. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan penggunaan obat herbal ini yang tepat masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat, cara pembuatan, dan penggunaan yang tepat dari terapi herbal JAKEKU sebagai pengobatan komplementer untuk batuk dan pilek pada warga RT 04, Desa Sungai Bakung. Pendekatan observasional deskriptif digunakan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Kegiatan ini meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, dan demonstrasi langsung pembuatan JAKEKU. Peserta terdiri dari 15 anggota masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di semua kelompok usia setelah intervensi edukasi. Nilai rata-rata peserta berusia 30–45 tahun meningkat dari 7,88 menjadi 10,00, usia 46–55 tahun meningkat dari 6,66 menjadi 9,00, dan peserta berusia di atas 55 tahun meningkat dari 7,00 menjadi 10,00. Temuan ini menunjukkan bahwa program edukasi secara efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat, prosedur pembuatan, dan penggunaan terapi herbal JAKEKU yang tepat. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan demonstrasi praktis secara efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai terapi herbal JAKEKU. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan obat herbal yang rasional, aman, dan tepat sebagai pendekatan komplementer untuk meredakan gejala batuk dan pilek.

Author Biographies

Rina Saputri, Universitas Sari Mulia

Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Sari Mulia,Jl. Pramuka No.2, Banjarmasin, 70238, Indonesia.

Aprilia Sulistia Sari, Universitas Sari Mulia

Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Sari Mulia,Jl. Pramuka No.2, Banjarmasin, 70238, Indonesia.

Marisa Andani, Universitas Sari Mulia

Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Sari Mulia,Jl. Pramuka No.2, Banjarmasin, 70238, Indonesia.

Meliana Andini, Universitas Sari Mulia

Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Sari Mulia,Jl. Pramuka No.2, Banjarmasin, 70238, Indonesia.

References

Abdullah, K. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Dale, E. (2022). Audio-Visual Methods in Teaching. New York: Dryden Press.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2022). Health Promotion Planning: An Educational and Ecological Approach (6th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health. Foods, 6(10), 92.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mubarak, W. I., Chayatin, N., & Rozikin, K. (2022). Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2023). Fundamentals of Nursing (11th ed.). St. Louis, Missouri: Elsevier.

Rahmawati, D., Putri, A. N., & Nugroho, H. (2024). Pemanfaatan Jahe, Kencur, dan Kunyit sebagai Terapi Komplementer pada Gangguan Saluran Pernapasan. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 9(1), 45–53.

Sari, N., & Handayani, R. (2023). Edukasi Penggunaan Obat Tradisional Secara Rasional pada Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2), 112–119.

World Health Organization. (2023). Respiratory Tract Infections: Prevention and Community Health Promotion. Geneva: World Health Organization.

Published

2026-07-03

How to Cite

Saputri, R., Sari, A. S., Andani, M., & Andini, M. (2026). Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Terapi Herbal Jakeku (Jahe-Kencur-Kunyit) sebagai Pereda Batuk dan Pilek pada Masyarakat Rt 04 Desa Sungai Bakung: Enhance Knowledge Through Education on Jakeku (Ginger-Aromatic Ginger-Turmeric) Herbal Therapy as A Cough and Cold Reliever for The Community of Rt 04 Sungai Bakung Village. Indonesia Berdaya, 7(3), 801–810. https://doi.org/10.47679/ib.20261548

Issue

Section

Articles

Citation Check