The Edukasi Penggunaan Obat Herbal Alami Menggunakan Daun Salam, Serai, dan Jahe untuk Atasi Asam Urat di Desa Sungai Bakung RT.08

Educational Program on the Use of Natural Herbal Remedies Made from Bay Leaves, Lemongrass, and Ginger to Treat Gout in Sungai Bakung Village, RT 08

Authors

  • Ani Agustina Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Chintya Amanie Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Desy Mutia Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Hafizatul Husna Universitas Sari Mulia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261563

Keywords:

asam urat, hiperurisemia, tanaman herbal, daun salam, serai, jahe, edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Gout (hyperuricemia) is a health problem characterized by elevated uric acid levels in the blood, which can lead to joint pain, inflammation, and decreased quality of life if not properly managed. In Sungai Bakung Village RT 08, community knowledge regarding non-pharmacological management of gout and the utilization of herbal plants remains limited. Objective: This community service activity aimed to improve community knowledge and skills in utilizing bay leaves (Syzygium polyanthum), lemongrass (Cymbopogon citratus), and ginger (Zingiber officinale) as herbal beverages to support gout management. Methods: The program was implemented through problem identification, pre-test and post-test evaluations, health education sessions, educational videos, discussions, and the distribution of booklets containing practical herbal preparation guidelines. Results: The intervention showed a significant improvement in participants' knowledge, with an average increase of approximately 80% based on pre-test and post-test scores. Participants also demonstrated more positive attitudes toward the safe and appropriate use of herbal remedies as supportive therapy for gout. Conclusion: Health education and training on herbal utilization effectively improved community knowledge and attitudes and provided a practical approach for promoting non-pharmacological management of gout through locally available medicinal plants.

 

Abstrak. Asam urat (hiperurisemia) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah, yang dapat menyebabkan nyeri sendi, peradangan, serta penurunan kualitas hidup apabila tidak dikelola dengan baik. Di Desa Sungai Bakung RT 08, pengetahuan masyarakat mengenai penatalaksanaan nonfarmakologis asam urat dan pemanfaatan tanaman herbal masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun salam (Syzygium polyanthum), serai (Cymbopogon citratus), dan jahe (Zingiber officinale) sebagai minuman herbal pendukung pengelolaan asam urat. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi masalah, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, penyuluhan kesehatan, pemutaran video edukasi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet yang berisi panduan praktis pembuatan minuman herbal. Hasil: Intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan sekitar 80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap penggunaan herbal secara aman dan tepat sebagai terapi pendukung dalam pengelolaan asam urat. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dan pelatihan pemanfaatan tanaman herbal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat serta memberikan alternatif praktis dalam mendukung penatalaksanaan nonfarmakologis asam urat melalui pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar.

Author Biographies

Ani Agustina, Universitas Sari Mulia

Jalan Pramuka no.2 Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia

Chintya Amanie, Universitas Sari Mulia

Jalan Pramuka no.2 Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia

Desy Mutia, Universitas Sari Mulia

Jalan Pramuka no.2 Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia

Hafizatul Husna, Universitas Sari Mulia

Jalan Pramuka no.2 Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia

References

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Vademekum tanaman obat untuk saintifikasi jamu jilid 1 (edisi revisi). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Putri, R. A., & Sari, M. (2022). Efektivitas rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Jurnal Kesehatan, 13(2), 85–92.

Sari, N. P., & Rahmawati, D. (2020). Aktivitas antioksidan dan efek diuretik serai (Cymbopogon citratus) terhadap kadar asam urat. Jurnal Farmasi Indonesia, 17(2), 120–126.

Wahyuni, S., & Lestari, D. (2021). Pengaruh pemberian air rebusan jahe terhadap penurunan nyeri pada penderita asam urat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(1), 45–52.

World Health Organization. (2023). Gout and hyperuricemia fact sheet. https://www.who.int

Yulianto, B. (2009). Peran enzim xantin oksidase dalam metabolisme asam urat. IPB Repository. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12588

Zeng, Y., et al. (2015). Anti-inflammatory effects of ginger and its active compounds. Journal of Medicinal Food. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26130691/

Downloads

Published

2026-07-03

How to Cite

Agustina, A., Amanie, C., Mutia, D., & Husna, H. (2026). The Edukasi Penggunaan Obat Herbal Alami Menggunakan Daun Salam, Serai, dan Jahe untuk Atasi Asam Urat di Desa Sungai Bakung RT.08: Educational Program on the Use of Natural Herbal Remedies Made from Bay Leaves, Lemongrass, and Ginger to Treat Gout in Sungai Bakung Village, RT 08. Indonesia Berdaya, 7(3), 779–784. https://doi.org/10.47679/ib.20261563

Issue

Section

Articles

Citation Check