Empowering Posyandu Cadres Through Participatory Training for Child Growth Monitoring and Stunting Prevention in Fakfak Regency

Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Partisipatif untuk Pemantauan Pertumbuhan Anak dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Fakfak

Authors

  • Elzina Dina de Fretes Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong Prodi D3 Keperawatan Fakfak, Indonesia
  • Isra Nur Utari Syachnara Potabuga DIII Keperawatan Fakfak Poltekkes Kemenkes Sorong, Indonesia
  • Yasni La Harsani DIII Keperawatan Fakfak Poltekkes Kemenkes Sorong, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.20261635

Keywords:

community empowerment, health education, posyandu cadres, stunting prevention, training, edukasi kesehatan, kader posyandu, pemberdayaan masyarakat, pencegahan stunting, pelatihan

Abstract

Stunting remains a major public health concern in Indonesia, particularly in areas with limited resources and access to health services. This community service program aimed to strengthen posyandu cadre knowledge and practical skills in child growth monitoring, health education, and stunting prevention through participatory training supported by the Ibu Hebat Anak Sehat educational book. Thirty cadres from five posyandu in the Puskesmas Fakfak catchment area participated in a two-day program involving needs assessment, interactive learning, practical simulation, supervised field application, reflection, and follow-up mentoring. Knowledge was assessed using a validated 20-item questionnaire before and after training, while practical skills were assessed using a structured 10-item observation checklist. The mean knowledge score increased from 58.3 (SD = 12.4) before training to 86.5 (SD = 8.7) after training, with a mean difference of 28.2 points (p < 0.001). The proportion of cadres with good knowledge increased from 13.3% to 80.0%. All 30 cadres achieved the predefined practical competency threshold of at least 18 of 20 points. Qualitative findings indicated increased confidence, perceived usefulness of the educational book, and continued need for mentoring and supervision. The program was associated with improved cadre knowledge and observed practical performance, while longer-term effects require further evaluation.

Abstrak. Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan anak, edukasi kesehatan, dan pencegahan stunting melalui pelatihan partisipatif yang didukung oleh buku edukasi Ibu Hebat Anak Sehat. Sebanyak 30 kader dari lima posyandu di wilayah kerja Puskesmas Fakfak mengikuti program selama dua hari yang mencakup asesmen kebutuhan, pembelajaran interaktif, simulasi praktik, penerapan lapangan dengan supervisi, refleksi, dan pendampingan tindak lanjut. Pengetahuan kader diukur menggunakan kuesioner tervalidasi yang terdiri atas 20 butir sebelum dan setelah pelatihan, sedangkan keterampilan praktis dinilai menggunakan daftar tilik observasi terstruktur yang terdiri atas 10 butir. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 58,3 (SD = 12,4) sebelum pelatihan menjadi 86,5 (SD = 8,7) setelah pelatihan, dengan selisih rerata sebesar 28,2 poin (p < 0,001). Proporsi kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 13,3% menjadi 80,0%. Seluruh 30 kader mencapai ambang kompetensi praktis yang telah ditetapkan, yaitu sekurang-kurangnya 18 dari total 20 poin. Temuan kualitatif menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri kader, persepsi positif terhadap kebermanfaatan buku edukasi, serta kebutuhan berkelanjutan terhadap pendampingan dan supervisi. Program ini berkaitan dengan peningkatan pengetahuan kader dan kinerja praktis yang teramati, sedangkan dampak jangka panjangnya masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Fakfak. (2024). Kabupaten Fakfak dalam Angka 2024. Fakfak, Indonesia: Badan Pusat Statistik Kabupaten Fakfak.

Bou-Karroum, L., El-Jardali, F., Barbazza, E., Salameh, S., Younes, B., Rouleau, K. D., ... Khalid, F. (2026). Strengthening empowered people and communities as a core component of the primary health care approach: A scoping review of WHO policy and operational guidance (2018–2024). SSM - Health Systems, 100290. https://doi.org/10.1016/j.ssmhs.2026.100290

Clarke, V., & Braun, V. (2014). Thematic analysis. In T. Teo (Ed.), Encyclopedia of critical psychology (pp. 1947–1952). New York, NY: Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4614-5583-7_311

Dwihestie, L. K., Ningrum, A. H. P. S., & Mustikaningrum, F. (2024). Training to improve the capacity of posyandu toddler cadres in early detection of stunting. Community Empowerment, 9(10), 1469-1475. https://doi.org/10.31603/ce.12310

Fretes, E. D. D. (2025). Ibu hebat, anak sehat: Kunci optimalisasi tumbuh kembang dan pencegahan stunting. Solok, Indonesia: CV. Insan Cendekia Mandiri.

Hasan, A. (2022). Gambaran kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, 3(1), 45-52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Petunjuk teknis pelaksanaan posyandu. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei status gizi Indonesia 2024. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lestari, E., Siregar, A., Hidayat, A. K., & Yusuf, A. A. (2024). Stunting and its association with education and cognitive outcomes in adulthood: A longitudinal study in Indonesia. PLoS ONE, 19(5), e0295380. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0295380

Putri, R. S. (2025). Peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan kader posyandu dalam pencegahan stunting di Puskesmas Tambelang. Connection: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 227-235. https://doi.org/10.32505/connection.v5i2.12509

Ramanadhan, S., Alemán, R., Bradley, C. D., Cruz, J. L., Safaeinili, N., Simonds, V., & Aveling, E. L. (2024). Using participatory implementation science to advance health equity. Annual Review of Public Health, 45(1), 47-67. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-060722-024251

Sitorus, M. E. J., Zahra, R., Dakhi, R. A., & Tarigan, F. L. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita umur 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16286-16308. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.20329

Downloads

Published

2026-08-25

How to Cite

de Fretes, E. D., Potabuga, I. N. U. S., & La Harsani, Y. (2026). Empowering Posyandu Cadres Through Participatory Training for Child Growth Monitoring and Stunting Prevention in Fakfak Regency: Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Partisipatif untuk Pemantauan Pertumbuhan Anak dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Fakfak. Indonesia Berdaya, 7(4), 957–972. https://doi.org/10.47679/ib.20261635

Section

Articles

Citation Check