Pemberdayaan dan Pembinaan Bidan Dalam Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Klinik Ibu bersalin Melalui Penerapan Pengunaan Partograf Digital dan Konvensional di Puskesmas Biromaru

Authors

  • Nurasmi Nurasmi STIKes Widya Nusantara Palu, Indonesia
  • Yuhana Damantalm STIKes Widya Nusantara Palu, Indonesia
  • Irnawati Irnawati STIKes Widya Nusantara Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.2022303

Keywords:

Bidan, Partograf digital dan Konvensional

Abstract

Angka kematian maternal dan perinatal yang tinggi juga disebabkan oleh dua hal penting yang memerlukan perhatian khusus yaitu terjadinya partus terlantar atau partus lama dan terlambatnya melakukan rujukan. Kematian ibu pada saat persalinan karena komplikasi yang sering tidak dapat diperikirakan sebelumnya seperti perdarahan, partus lama, dan partus tak maju, beberapa penyulit tersebut dapat dicegah apabila penolong persalinan menggunakan partograf untuk mendeteksi dini penyulit persalinan. Partograf merupakan panduan observasi persalinan yang memudahkan penolong dalam mengidentifikasi secara dini kasus kegawatdaruratan dan penyulit pada ibu dan janin sehingga pengambilan keputusan yang tepat dalam penanganan maupun dalam mengambil tindakan atau rujukan lebih optimal. Tujuan kegiatan Meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang pengisian partograf kovensioanl dan partograf digital, Meningkatkan kepatuhan dan keteramiplan dalam penggunaan partograf digital dan konvensioanl, Membantu dalam penyamaan persepsi dan refresing penilaian kala I sampai kala IV menggunakan partograf. Adanya penyamaan persepsi dengan semua bidan pelaksana terkait pengisian partograf yang terbaru, semua bidan pelaksanan memahami penggunaan partograf dengan benar dan tepat serta menjadikan partograf sebagai catatan pendokumentasian dalam proses persalinan dan alat pengambilan keputusan klinik pada ibu bersalin. Peningkatan pengtahauan dan keterampilan bidan dalam penggunaan partograf digital maupun partograf konvensional. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan diperlukan pelatihan yang rutin terkait penggunaan partograf dalam persalinan sehingga pengetahuan dan keterampilan bidan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi

References

  1. Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta. Kemneks RI.
  2. JNPK-KR. Asuhan Persalinan Normal (Asuhan Eensial Bagi Ibu Bersalin dan bayi Baru Lahir serta Penatalaksanaan Komplikasi Segera Pasca Persalinan dan Nifas). Jakarta. JNPK-KR.2017
  3. Orhue A, et al. (2014). Partograph as a tool for Team Work Management of Spontaneus Labour. Departemen of Obstetrics and Gunecology. Nigeria. Us national Library of Medicine national Institutes of Health. 15(1):1-8
  4. Bazirete O, Mbombo N, AdejumoO. (2017). Uttilisation the Partogram Among Nurses and Midwives in Selected Health Facilities in The Eastern Province of Rwanda.Vol 3:40
  5. Kemeterian RI. (2007). Keputusan Menteri Kesehatan republik Indonesia (KEPMENKES) Nomor. 369/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan.
  6. Kartini F. (2013). Pengisian Partograf di Bidan Praktik Swasta. Media Ilmu Kesehatan. Vol 2(1)
  7. Lavender T H.A. (2013). effect of Partogram on Outcomes Forwomen in Spontaneous Labour at Term. Cochrane data Base of Systematic reviews.. Isuus 7
  8. Tayede S And jadhao P. (2012). The Impact of Uses of Modifield WHO Partograph oOn maternal and Perinatal Outcome. Innational Journal of Biomedic and Advances Research. Vol 3(4).
  9. Sulistiowati S. (2011). Analisa faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pembuatan Partograf Oleh Bidan di Puskesmas Dukuhsehti dan Puskesmas Tayu II Kabupaten Pati . Ilmu Kebidanan Kesehatan.Vol 3(2)
  10. Ningrum, W.M & Siti, N.A. (2021). Gambaran Penggunaan Partograf Digital Pada Persalinan oleh Bidan Desa. Journal of Midwifery and public health. Vol 3(2)

Downloads

Published

2022-04-07

How to Cite

Nurasmi, N., Damantalm, Y., & Irnawati, I. (2022). Pemberdayaan dan Pembinaan Bidan Dalam Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Klinik Ibu bersalin Melalui Penerapan Pengunaan Partograf Digital dan Konvensional di Puskesmas Biromaru. Indonesia Berdaya, 3(2), 407–412. https://doi.org/10.47679/ib.2022303

Citation Check