Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Posyandu Remaja Puskesmas Tabalagan

Authors

  • Waytherlis Apriani Program Studi Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu, Indonesia
  • Ruri Mayseptia Sari Program Studi Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu, Indonesia
  • Dewi Aprilia Ningsih Program Studi Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu, Indonesia
  • Suitha Tri Oklaini Program Studi Kebidanan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.2023521

Keywords:

Kespro Remaja, masalah remaja, penyuluhan

Abstract

The problems of youth can occur in connection with the differences in the needs and actualization of the ability of adolescents to adapt to the environment in which they live. This period is very critical for adolescents, because at this time there is a desire to be independent from parental dependence, excessive curiosity and starting to be vulnerable to risky behavior. Teenagers are the next generation of the nation, where the good or bad of a nation in the future depends on how the condition of the youth of the younger generation is today. The problems faced by teenagers are increasingly diverse in various aspects, juvenile delinquency is no longer limited to skipping school or violating school rules, but has penetrated into criminal behavior, violence, use of narcotics, and even promiscuity/free sex.

 

Abstrak: Problematika kaum remaja dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri remaja terhadap lingkungan tempat hidupnya. Masa ini amat kritis bagi remaja, karena waktu ini muncul keinginan lepas mandiri dari ketergantungan orang tua, rasa ingin tahu yang berlebihan dan mulai rentan terhadap perilaku beresiko. Remaja adalah sebagai generasi penerus bangsa, dimana baik buruknya suatu bangsa ke depan tergantung bagaimana kondisi remaja generasi muda saat ini. Problematika yang dihadapi remaja semakin beragam dalam berbagai aspek, kenakalan remaja bukan lagi sebatas bolos sekolah atau melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekolah, namun sudah merambah ke arah tindak perilaku kriminal, kekerasan, penggunaan NAFZA, dan bahkan pergaulan bebas/sex bebas.

References

Behrman, R.E., Kliegman, R.M., Jenson, H.B.,2004. Adolesence.In : Nelson Textbook of Pediatrics, 17th ed. Philadelphia : Saunders.

Effendy, Uchjana Onong. 2002. Hubungan Masyarakat Suatu Studi. Komunikologis. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Ford, K., D. N. Wirawan, B. D. Reed, P. Muliawan and M. Sutarga (2000). AIDS and STD knowledge, condom use and HIV/STD infection among female sex workers in Bali, Indonesia. AIDS care 12 (5): 523-534.

Hein, K. (1989). AIDS in adolescence: Exploring the challenge. Journal of Adolescent Health Care.

Nasrul Effendy. 1998. Dasar-dasar kesehatan masyarakat. Jakarta: Penerbit. Buku Kedokteran EGC.

Notoatmodjo, S. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Setiawan, R. H. and D. Dasuki (1995). Risiko Terjadinya Berat Bayi Lahir Rendah Pada Kehamilan Remaja. Berita kedokteran masyarakat 11(1995).

Suliha, U, dkk. 2002. Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan. Jakarta: EGC.

Wahyudi, K. (2000). Kesehatan Reproduksi Remaja, Lab Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM Jogjakarta.

Widyastuti. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitra Maya

Downloads

Published

2023-04-13

How to Cite

Apriani, W., Sari, R. M., Ningsih, D. A., & Oklaini, S. T. (2023). Penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Posyandu Remaja Puskesmas Tabalagan. Indonesia Berdaya, 4(3), 1003–1006. https://doi.org/10.47679/ib.2023521

Issue

Section

Articles

Citation Check