Program Ekstrakulikuler Permainan Tradisional (Congklak) untuk Menumbuhkan Keterampilan Sosial Pada Siswa SMA dengan Autism Spectrum Disorder di Sekolah Khusus Pelita Bunda Samarinda

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.2023530

Keywords:

Permainan Tradisional, Congklak, Ekstrakulikuler, Keterampilan Sosial, Autism Spectrum Disorder

Abstract

High school students are individuals who are completing formal education before finally graduating and continuing to college. High school students experience the transition from late adolescence to early adulthood. The age limit for high school students is between 15 to 18 years old. Puberty begins at the age of 10 and ends between the ages of 18 and 22. Social skills are one of the life skills that must be possessed by every individual, both regular and individuals with disabilities such as autism spectrum disorder. High school students with Autism Spectrum Disorder at Pelita Bunda Special School have social skills that tend to be low. Based on the existing problems, this community service was carried out to see the effect of the extracurricular program of the traditional game of congklak to foster social skills in high school students with Autism Spectrum Disorder. This type of research is development research (research and development) ADDIE model. ADDIE consists of 5 parts, namely : Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research data collection method uses: Observation (checklist technique), Interview and Documentation. Data analysis in this development research uses a Single Subject Research design experimental approach

 

Abstrak

Siswa sekolah menengah atas merupakan individu yang sedang menyelesaikan pendidikan formal sebelum akhirnya lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa sekolah menengah atas mengalami transisi dari remaja akhir ke dewasa awal. Batas usia untuk siswa sekolah menengah adalah antara 15 sampai 18 tahun. Pubertas dimulai pada usia 10 tahun dan berakhir antara usia 18 sampai 22 tahun. Keterampilan sosial merupakan salah satu kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh setiap individu baik yang regular maupun individu penyandang disabilitas seperti autism spectrum disorder. Siswa SMA dengan autism spectrum disorder di Sekolah khusus pelita bunda memiliki keterampilan sosial yang cenderung rendah. Berdasarkan permasalahan yang ada, pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari program ekstrakulikuler permainan tradisonal congklak untuk menumbuhkan keterampilan sosial pada siswa SMA dengan autism spectrum disorder. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) model ADDIE. ADDIE terdiri dari 5 bagian yaitu : Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan : Observasi (teknik ceklis), Wawancara dan Dokumentasi. Analisis data dalam penelitian pengembangan ini menggunakan pendekatan eksperimen desain Single Subject Research.

Author Biography

Maria Della Fajar Bulan, Universitas Bina Darma Palembang (UBD)

Program Studi Psikologi

References

Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia. (Desember 2020). Dinamika Perkembangan Remaja.Problematik dan Solusi (Pertama ed.). (H. Nur, & N. Daulay, Eds.) Jakarta: Kencana.
Kristiana, I. F., & Widayanti, C. G. (2016). Buku Ajar Psikologi Berkebutuhan Khusus. Semarang: UNDIP Press Semarang.
Desiningrum, dinie Ratri. 2016. Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus.
Chandra, S. (n.d.). Autism Spectrum Disorder (ASD).
Ardini, P. P., & Lestariningrum, A. (2018). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini ; Sebuah Kajian Teori dan Praktik. Adjie Media Nusantara.
Erliya Nur Afnina Sari, A. P. (2021, April 29). Pengaruh Permainan Congklak Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Adhd Di Sdn Teluk Dalam 1 Banjarmasin. Jurnal Disabilitas,Vol 1(1). http://jurnalpkh.ulm.ac.id/index.php/jd/article/view/25
Lacksana, Indra. (2017). Kearifan Lokal Permainan Congklak Sebagai Penguatan Karakteristik Peserta Didik Melalui Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah [online], Vol 33 (2), halaman 111. https://doi.org/10.24246/j.sw.2017.v33.i2.p109-116
Parji dan andriani. (2016). Upaya Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Permainan Tradisional Congklak” [online], Volume 1 (1), halaman 15-16. http://doi.org/10.25273/gulawentah.v1i1.27
Kallista, M. D., Panjaitan, L. N., & Kartika, A. (2020). Peran Orangtua dalam Melatih Keterampilan Sosial pada Remaja dengan Autisme. Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 16(1), 139-158. https://doi.org/10.32528/ins.v16i1.3210
Yutapratama, N., & Syamsi, I. (2019, April). Social Interaction Through Traditional Games in Special Needs Children. In International Conference on Special and Inclusive Education (ICSIE 2018) (pp. 427-431). Atlantis Press.https://doi.org/10.2991/icsie-18.2019.80
Widyaningsih, M., Sugini, S., & Anwar, M. (2020). The Effectiveness of Congklak Traditional Games on Students with Emotional and Behavioral Disorder. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa, 7(1), 7-10.http://journal2.um.ac.id/index.php/jppplb/article/view/9637
Gresham, Frank M.; Elliott, Stephen N.; Vance, Michael J.; Masak, Clayton R.(2011). Keterbandingan Sistem Penilaian Keterampilan Sosial dengan Sistem Peningkatan Keterampilan Sosial: Perbandingan isi dan psikometrik lintas

Downloads

Published

2023-05-26

How to Cite

Bulan, M. D. F., & Mawardah, M. (2023). Program Ekstrakulikuler Permainan Tradisional (Congklak) untuk Menumbuhkan Keterampilan Sosial Pada Siswa SMA dengan Autism Spectrum Disorder di Sekolah Khusus Pelita Bunda Samarinda. Indonesia Berdaya, 4(3), 1203–1210. https://doi.org/10.47679/ib.2023530

Issue

Section

Articles

Citation Check