Merancang Pembelajaran Matematika Yang Inovatif Dan Kreatif di SD Iskandar Said Surabaya

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47679/ib.2024648

Keywords:

Merancang, pembelajaran matematika, kreatif, inovatif

Abstract

Banyak siswa sekolah dasar yang menganggap matematika sebagai pembelajaran yang paling sulit dan rumit. Dengan demikian, siswa harus dapat memahami pembelajaran matematika karena  matematika  merupakan  sarana  untuk  memecahkan  masalah  sehari-hari  seperti  halnya  membaca dan menulis. Kesulitan belajar matematika dalam memahami konsep harus diberikan solusi sedini mungkin, kalau tidak siswa  akan menghadapi banyak masalah kedepannya  karena hampir semua bidang studi membutuhkan matematika  yang  tepat. Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar adalah motivasi belajar dan minat belajar matematika, rendahnya motivasi dan minat belajar matematika disebabkan karena kurang tepatnnya metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Setiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik.  Pembelajaran Kontekstual Learning dan matematika realistic merupakan yang dihadirkan ke ruang kelas, diharapkan siswa dapat mengoptimalkan panca inderanya baik penglihatan, pendengaran, penciuman, maupun penginderaan yang lain untuk dapat memahami materi yang sedang dipelajari. Tidak semua guru mampu merancang pembelajaran matematika dengan pendekatan yang seperti itu. Maka melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam merancang pembelajaran matematika kemampuan guru mengalami peningkatan sebesar 60% dari sebelum mengikuti pelatihan ke setelah mengikuti pelatihan.

References

Alfiyah, Z. N., Hartatik, S., Nafilah, N., & Sunanto, S. (2021). Analisis Kesulitan Belajar Matematika Secara Daring Bagi Siswa Sekolah Dasar Zuraida. Basicedu, 5(5), 3158–3166. https://jbasic.org/index.php/basicedu

Febrilia, B. R. A., & Juliangkary, E. (2019). Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Mengembangkan Rancangan Permasalahan Matematika Ditinjau Dari Level Kemampuan Berpikir Siswa. KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 49–68. https://doi.org/10.22236/kalamatika.vol4no1.2019pp49-68

Gazali, R. Y. (2016). Pembelajaran Matematika Yang Bermakna. Math Didactic, 2(3), 181–190. https://doi.org/10.33654/math.v2i3.47

Iis Holisin. (2007). Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Didaktis, 3(3), 1–68. http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/didaktis/article/viewFile/255/199

Nasional, U. S. P. (1982). Introduction and Aim of the Study. Acta Pædiatrica, 71, 6–6. https://doi.org/10.1111/j.1651-2227.1982.tb08455.x

Suhartoyo, E., Wailissa, S. A., Jalarwati, S., Samsia, S., Wati, S., Qomariah, N., Dayanti, E., Maulani, I., Mukhlish, I., Rizki Azhari, M. H., Muhammad Isa, H., & Maulana Amin, I. (2020). Pembelajaran Kontekstual Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(3), 161. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i3.6588

Downloads

Published

2023-11-01

How to Cite

Hartatik, S., Nafiah, N., Mariati, P., & Amin, S. M. (2023). Merancang Pembelajaran Matematika Yang Inovatif Dan Kreatif di SD Iskandar Said Surabaya. Indonesia Berdaya, 5(1), 157–162. https://doi.org/10.47679/ib.2024648

Issue

Section

Articles

Citation Check