(2) * Zahro Varisna Rohmadani
*corresponding author
AbstractPsikosomatis adalah suatu gejala fisiologis yang disebabkan oleh psikis. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi, bagaimana mereka bisa menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya, membutuhkan suatu ketekunan dan kekuatan dalam diri. Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan keadaan yang ada itu disebut self resilience. Self resilience merupakan daya tahan atau daya lenting yang dimiliki oleh setiap individu, untuk mampu bertahan dalam menghadapi permasalahan, kesulitan dan tekanan, serta mampu beradaptasi dengan keadaan menyulitkan tersebut.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan model penelitian deskriptif korelasi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 51 responden di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert yaitu skala psikosomatis dan self resilience. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan program SPSS versi 16.0, pada penelitian diperoleh hasil kecenderungan psikosomatis sebanyak 28 (54%) masuk dalam kategori cukup rendah, pada self resilience terdapat 28 (55%) masuk dalam kategori tinggi. Korelasi dari kedua variabel yaitu memperoleh 0,002 kurang dari 0,05 artinya terdapat korelasi yang signifikan, serta diperoleh koefesien korelasi sebesar -0,417**, dengan arah hubungan bersifat negatif yang diasumsikan, dimana semakin tinggi self resilience yang dimiliki individu, maka semakin rendah untuk mengalami psikosomatis, begitupun sebaliknya. KeywordsSelf Resilience; Psikosomatis; Mahasiswa
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/jopp.311212021 |
Article metricsRead: 3579 | Download: 3541 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Amaliyah, K. A. & Palila, S. (2015). Efektivitas rational emotive behavioral training terhadap penurunan kecemasan menyusun skripsi mahasiswa. Jurnal Intervensi Psikologi. 7(2), 143-157.
Ana S. Sri H. & Dian, R, S. (2010). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Resiliensi Pada Siswa Penghuni Rumah Damai. Jurnal Psikologi Undip Vol. (7).( 1).
Azzahra, F. (2016). Pengaruh Resiliensi terhadap Distres Psikologis pada Mahasiswa. Skripsi Psikologi. University of Muhammadiyah Malang.
Cahyani, Y. E., & Akmal, S. Z. (2017). Peranan spritualitas terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjaan skripsi. Jurnal psikoislamedia.
Dong, F., Nelson, C., Shah-Haque, S., Khan, A., & Ablah, E. (2013). A Modified CD-RISC: Including Previously Unaccounted for Resilience Variables. Kansas Journal of Medicine, 6(1), 11-20.
Endang Sri Fatimah. (2015). Hubungan antara Kenakalan Remaja dengan Resiliensi dan Komunikasi dalam Keluarga pada Siswa Kelas XI SMK Yosonegoro Magetan.
Fatonah. (2012). Penyakit Psikosomatis. Jakarta: BPPSDMK. Dept Kesehatan.
Fauzi, A. (2015). Pengembangan Human Relation Perspektif Nilai-nilai al-Qur‟an. Mutawatir UIN Sunan Ampel Surabaya, 1(2), 168–179.
Febriana, Diliyan. (2016). hubungan antara Kepribadian Hardiness dengan Kecenderungan Psikosomatis pada Mahasiswa tingkat akhir. Surabaya: Fak. Psikologi
Gusti A, R. (2012). Terapi Sufistik Untuk Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. yokyakarta : Aswaja Pressindo. hlm, 115.
Hubbard L. Ron. 2017, Dianetik, Ilmu Pengetahuan Modern Tentang Kesehatan Mental. Bandung: Pioner Jaya.
Kusumuaningtyas, N. G. (2016). GAMBARAN SUMBER-SUMBERSelf ResiliencePADA MAHASISWA YANG BEKERJA PART TIME. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 15-35.
Mufidah, A. C. (2017). HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELFSelf ResiliencePADA MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN MEDIASI EFIKASI DIRI. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. 6. (2). 69-70.
Nay, T.O., & Diah, D.R. (2013). Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Resiliensi pada Siswa yang Mengikuti Program Akselerasi. Jurnal Psikologi Tabularasa, 8(2), 708-716.
Ningrum, D. W. (2011). Hubungan antara Optimisme dan Coping Stres pada Mahasiswa UEU yang sedang Menyusun Skripsi. Jurnal Psikologi. 9(1).
Notoatmodjo. (2012). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pedoman Dan Penggolongan Dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III). Direktorat Kesehatan Jiwa Depkes Ri.
Pratiwi, D & Lailatushifah, S. N. F. (2012). Kematangan Emosi dan Psikosomatis pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Psikologi. Universitas Wangsa Manggala. Yogyakarta.
Rangkuti, A. A., & Wahyuni, L. D. (2017). Analisis Data Penelitian Kuantitatif Berbasis Classical Test Theory dan Item Response Theory (Rasch Model). Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Rinaldi. (2010). Resiliensi pada masyarakat kota padang ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Psikologi, 3, 2, Juni 2010, diakses tanggal 8 juni 2013 dari http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/psiko/article/download/225/169
Rojas, L. F. (2015). Factors affecting academic resilience in middle school students: A case study. Gist: Education and Learning Research Journal, (11), 63-78.
Robbins, Stephen P & Judge, Timothy A. (2017). Organizational Behavior. New Jersey: Person Education.
Simbolon, I. 2015. Reaksi stres akademis mahasiswa keperawatan dengan sistem belajar blok di fakultas keperawatan x bandung. Jurnal Skolastik Keperawatan, 1(01).
Tarigan T & Sitepu, E, (2020). Kecerdasan Emosional dalam Mengatasi Tekanan di Masa Akhir Studi. Jurnal Teologi Pantekosta Volume 3,No1,Juli 2020 (25-35).
Vera I. & Triyono, (2018). DAMPAK PSIKOLOGIS WANITA KARIR KORBAN CYBER BULLYING. Jurnal An-Nida, Vol. 10, No. 2.
Yusuf dkk. 2011. Profil anak indonei 201. Jakarta: CV. Miftahur Rizki.Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Zahro Varisna Rohmadani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

All publications by the Utan Kayu Publishing [e-ISSN: 2715-4807, p-ISSN: 2715-4785] is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












Download