Pemanfaatan Mata Air Gunung Dalam Mewujudkan Penyediaan Air Bersih Pascabencana Tsunami

(1) * Mei Ahyanti Mail (Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia)
(2) Ahmad Fikri Mail (Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia)
(3) Retno Puji Hastuti Mail (Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia)
(4) Sulastri Sulastri Mail (Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia)
(5) Reka Lagora Larsofely Mail (Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia)
(6) Bambang Murwanto Mail (Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


The tsunami natural disaster is a natural disaster that is very much feared in Indonesia. Several times a tsunami has occurred in Indonesia. On December 22, 2018, residents of the coast of Lampung were shocked by the tsunami that hit the coast to the east of South Lampung, Lampung Province. In the initial survey conducted on April 19, 2019, many people experienced difficulties in meeting public health needs, such as providing clean water. The community service activity carried out by the Tanjungkarang Health Polytechnic lecturer and Bengkulu Health Polytechnic lecturer and students was carried out at Pekon Kunjir, Rajabasa, South Lampung. The activity time is from February to December 2020, using the method of advocacy and science and technology research. The target of the activity is the community in Pekon Kunjir. The implementation method is community empowerment in building a clean water pipeline network. The result of the activity is the construction of 1 water storage unit with 1 intake and a 1000 meter piping network. To ensure sustainability, the village has established a water management organization appointed by the Head of Pekon Kunjir. The community is satisfied and the local government hopes that community service activities can be continued to other villages affected by the disaster.    Abstrak: Bencana alam tsunami merupakan bencana alam yang sangat ditakuti di Indonesia. Beberapa kali tsunami telah terjadi di Indonesia.pada tanggal 22 Desember 2018, warga pesisir Lampung dihebohkan dengan bencana tsunami yang melanda Pantai di sebelah Timur Lampung Selatan Provinsi Lampung. Dalam survei awal yang dilakukan pada 19 April 2019, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, seperti penyediaan air bersih. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Poltekkes Tanjungkarang dan dosen Poltekkes Bengkulu beserta mahasiswa ini dilaksanakan di Pekon Kunjir, Rajabasa, Lampung Selatan. Waktu kegiatan dari Februari hingga Desember 2020, menggunakan metode advokasi dan dipusi ipteks. Sasaran kegiatan adalah masyarakat di Pekon Kunjir. Metode pelaksanaannya adalah pemberdayaan masyarakat dalam membangun jaringan perpipaan air bersih. Hasil kegiatan berupa pembangunan 1 unit penampungan air dengan 1 intake dan jaringan perpipaan 1000 meter. Untuk memastikan keberlanjutan, desa telah membentuk organisasi pengelolaan air yang ditunjuk oleh Kepala Pekon Kunjir. Masyarakat merasa puas dan pemerintah setempat berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilanjutkan ke pekon lain yang terkena bencana.

Keywords


bencana; air bersih; sumber daya alam

   

DOI

https://doi.org/10.47679/ib.2022220
      

Article metrics

Read: 1014 | Download: 534

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pedoman Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana, (2008).

Djunire, S. (2009). Kajian bahaya dan risiko tsunami berbasis geomorfologi untuk menunjang rencana tata ruang kota Manokwari provinsi Papua Barat [tesis]. Institut Pertanian Bogor.

Fathoni, Z. (2015). Dampak Bencana Terhadap Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kependudukan Indonesia. http://kependudukan.lipi.go.id/en/population-study/publich-health/222-dampak-bencana-

Firmansyah, F., & Tuti, R. W. D. (2021). Implementasi Pembagian Alokasi Air Bersih kepada Masyarakat di Daerah Rawan Bencana Kota Tangerang Selatan. Ilmiah Ilmu Administrasi, 4(1), 125–131. https://doi.org/10.31334/transparansi.v4i1.1616

Giyarsih, S. R., & Dalimunthe, S. A. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Permukiman Pasca Gempa Bumi Di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Jurnal Tataloka, 15(1), 28. https://doi.org/10.14710/tataloka.15.1.28-38

Ifdil, & Ghani, F. A. (2014). Peranan Kauselor dalam Perkhidmatan Kaunseling Pasca Bencana di Indonesia. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 2(1), 49–53.

Julius, A. M. (2019). Tsunami Selat Sunda sebagai Pembelajaran untuk Mitigasi Bencana. https://sains.kompas.com/read/2019/03/31/230422323/tsunami-selat-sunda-sebuah-pembelajaran-untuk-mitigasi-bencana?page=all.

KumparanNEWs. (2018). Desa Way Muli dan Kunjir di Lampung Selatan Terparah Dihantam Tsunami. https://kumparan.com/@kumparannews/desa-way-muli-dan-kunjir-di-lampung-selatan-terparah-dihantam-tsunami-1545661038437930175

Musiana. (2015). Studi Kualitatif Ancaman, Kerentanan dan Kemampuan Mitigasi Bencana Masyarakat di Pesisir Bandar Lampung. Jurnal Keperawatan, XI(2), 262–269. http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKEP/article/view/581

Pertiwi, S. D., & Nuffida, N. E. (2017). Penanganan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Lumpur Sidoarjo dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 6(2), 254–258. https://doi.org/10.12962/j23373520.v6i2.26997

Ramli, S. (2011). Pedoman Praktis Manajemen Bencana. Dian Rakyat.

Rudianto. (2015). Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana. Jurnal Simbolika, 1(1), 51–61. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjimKql28r2AhVHgtgFHetSDjsQFnoECAsQAQ&url=http%3A%2F%2Fojs.uma.ac.id%2Findex.php%2Fsimbolika%2Farticle%2Fdownload%2F49%2F7&usg=AOvVaw0WNmHV7WcKNeHmYh0qUow6

Salazar, M. A., Pesigan, A., Law, R., & Winkler, V. (2016). Post-disaster health impact of natural hazards in the Philippines in 2013. Global Health Action, 9(1), 1–7. https://doi.org/10.3402/gha.v9.31320

Sari, D. P., Suryani, D., Karuniawati, T. P., Affarah, W. S., Nintyastuti, I. K., & Irawati, D. (2020). Penyediaan Fasilitas Sanitasi Dan Air Bersih Bagi Pengungsi Korban Bencana Gempa Di Dusun Lendang Re, Kabupaten Lombok Barat. Abdi Insani, 7(1), 55–60. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v7i1.291

Satria, B., & Sari, M. (2017). Tingkat Resieliensi Masyarakat Di Area Rawan Bencana The Level of Community Resilience in Disaster Prone Area. Idea Nursing Journal, VIII(2), 30–34.

Surya, R., Coles, S., & Alkantana, C. (2007). Buku Panduan Umum Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (Edisi Kedu, pp. 1–35). Yayasan IDEP.

Widayatun, & Fatoni, Z. (2013). Permasalahan Kesehatan dalam Kondisi Bencana:Peran Petugas Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat (Health Problems in a Disaster Situation : the Role of Health Personnels and Community Participation). Jurnal Kependudukan Indonesia, 8(1), 37–52. https://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/download/21/15

Yusnaini, Y., Syahradesi, Y., Damayanti, Y., & Lubis, H. (2022). Pengembangan Potensi Wisata Air Terjun Modern dan Kuliner Lokal Melalui Traveling and Food Sebagai Sumber Pendapatan Masyarakat. Indonesia Berdaya, 3(April), 193–204.

Zuhri, M. (2009). Post traumatic stress disorder (gangguan stress pasca trauma bencana) di jawa tengah. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 7(2), 141–150.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Mei Ahyanti, Ahmad Fikri, Retno Puji Hastuti, Sulastri Sulastri, Reka Lagora Larsofely, Bambang Murwanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indonesia Berdaya Published By 
Utan Kayu Publishing
 
Lucky Arya Residence 2 No.18.
Jalan HOS. Cokroaminoto Kabupaten Pringsewu
Lampung-Indonesia 35373
 
Email: jiberdaya@gmail.com