(2) Ribut Prastiwi Sriwijayanti
(3) Ryzca Siti Qomariyah
*corresponding author
AbstractKegiatan belajar mengajar bidang Matematika secara nyata adalah solusi metode pendekatan yang dilakukan kepada siswa agar mudah dipahami. Prinsip emergent modeling merupakan tuntutan menggunakan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran yang nantinya agar siswa mampu menggambarkan permasalahan yang diberikan. Tetapi, yang menjadi permasalahan saat ini yaitu wawasan dan ilmu tenaga pengajar yang masih terbatas dalam mendesain media yang akan digunakan kegiatan belajar mengajar secara nyata. Nyatanya, banyak barang yang tidak dipakai menumpuk terus menerus dan orang – orang tidak memanfaatkan barang tersebut. Jika orang – orang bisa recycling barang tersebut, maka akan menjadi bermanfaat dan bernilai guna. Kegiatan training belajar mengajar bidang matematika secara nyata menggunakan alat peraga dari bahan bekas yang sudah diolah merupakan penyelesaian dalam hal pendidikan. Kegiatan belajar mengajar menggunakan alat peraga dapat mendukung dalam proses pembelajaran tidak membosankan dan mudah dipahami. Namun, belum seluruh desain alat peraga yang sudah dibuat bisa memenuhi prinsip dan ciri kegiatan belajar mengajar matematika secara nyata. Kegiatan training ini bermanfaat dan bisa dikatakan berhasil membantu tenaga pengajar dalam memilih bahan bekas dijadikan alat peraga dan mendesain alat peraga tersebut. Selain itu, sebanyak 27 rancangan alat peraga matematika yang dibuat berbeda dari 36 rancangan. Desain kegiatan belajar mengajar terdiri atas topik kelas 3 dan kelas 4 tingkat Sekolah Dasar.
Keywordspengabdian kepada masyarakat; matematika realistik; media pembelajaran; bahan bekas
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2022204 |
Article metricsRead: 580 | Download: 334 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Hakim, A. R., & Windayana, H. (2016). Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD. EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 4(2). https://doi.org/10.17509/eh.v4i2.2827
Isoda, M., Estrella, S., Zakaryan, D., Baldin, Y., Olfos, R., & Araya, R. (2021). Digital competence of a teacher involved in the implementation of a cross-border lesson for classrooms in Brazil and Chile. International Journal for Lesson and Learning Studies, 10(4), 362–377. https://doi.org/10.1108/IJLLS-05-2021-0045
Lutvaidah, U. (2016). Pengaruh Metode dan Pendekatan Pembelajaran terhadap Penguasaan Konsep Matematika. Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 5(3), 279–285. https://doi.org/10.30998/formatif.v5i3.653
Mendikbud. (2013). Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Journal of Chemical Information and Modeling, 2011, 1–18.
Miedijensky, S., Sasson, I., & Yehuda, I. (2021). Teachers’ Learning Communities for Developing High Order Thinking Skills—A Case Study of a School Pedagogical Change. Interchange, 52(4), 577–598. https://doi.org/10.1007/s10780-021-09423-7
Nasaruddin. (2015). Media Dan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 3(2), 21–30. https://doi.org/10.24256/jpmipa.v3i2.232
Novianingsih, H. (2016). Pendekatan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan Dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.17509/jpgsd.v1i1.9063
Wu, S.-Y. (2021). How Teachers Conduct Online Teaching During the COVID-19 Pandemic: A Case Study of Taiwan. Frontiers in Education, 6. https://doi.org/10.3389/feduc.2021.675434Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Afib Rulyansah, Ribut Prastiwi Sriwijayanti, Ryzca Siti Qomariyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









Download