(2) Deni Setiawan
(3) Rizka Aulia Ramadani
(4) Nazwa Rahmadina
(5) Noor Rahmi Febriani
(6) Nor Khadijah
(7) M. Laily Qadry Sukma
(8) Yusri Yusri
*corresponding author
AbstractTenun merupakan karya manusia bernilai estetika dan memuat simbol dengan berbagai makna yang dituangkan ke dalam bentuk helaian kain berbahan dasar benang, dibuat dengan proses yang lama melalui cara menyatukan benang pakan melintang secara berulang-ulang. Salah satu sentra desa tenun di Kalimantan Selatan adalah Desa Manurung. Tehnik tenun yang dilakukan di Desa ini menggunakan tehnik gedog. Salah satu kelemahan tehnik gedog yaitu untuk memproduksi 1 kain dengan ukuran 2 meter diperlukan waktu satu bulan. Sehingga diperlukan tehnik lain untuk mempercepat produksi kain tenun. Salah satu tehnik tenun yang sederhana adalah menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dengan Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Masyarakat; Perencanaan Program Pelatihan ATBM; Pelaksanaan Pelatihan; Pelatihan Managerial. Hasil dari kegiatan ini adalah ketertarikan generasi muda berjumlah dua belas orang untuk mempelajari menenun menggunakan ATBM, dari dua belas orang yang terampil menggunakan ATBM lima orang, sehingga di Desa manurung yang terampil menggunakan ATBM delapan orang. Berdasarkan pelatihan managerial terdata aset Mitra 1 sebesar Rp 159.500.000,- dan Mitra II sebesar Rp 15.900.000,-. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian berupa pelatihan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin dan managerial terhadap Mitra 1 dan Mitra 2 dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam hal tehnik menenun dan managerial dapat menjadi peluang pekerjaan Abstract. Tenun is a human work that has aesthetic value and contains symbols with various meanings that are poured into the form of strands of cloth made from yarn, made with a long process by repeatedly uniting the weft threads across. One of the centers of weaving villages in South Kalimantan is Manurung Village. The Tenun technique used in this village uses the gedog technique. One of the weaknesses of the gedog technique is that it takes one month to produce 1 cloth measuring 2 meters. So other techniques are needed to speed up the production of woven fabrics. One of the simple Tenun techniques is using Alat Tenun Bukan Mesin. The community service method used begins with Identifying Community Needs and Potential; ATBM Training Program Planning; Training Implementation; Managerial Training. The result of this activity is the interest of the young generation totaling twelve people to learn to weave using ATBM, of the twelve people who are skilled at using ATBM five people, so that in Manurung Village eight people are skilled at using ATBM. Based on the managerial training, the assets of Partner 1 were recorded at IDR 159,500,000 and Partner II at IDR 15,900,000. Conclusion Community Service Activities in the form of training on the use of Alat Tenun Bukan Mesin and managerial for Partners 1 and 2 can improve the knowledge and skills of partners in terms of tenun techniques and managerial can be a job opportunity KeywordsATBM; Desa Manurung; Managerial
|
DOIhttps://doi.org/10.47679/ib.2024946 |
Article metricsRead: 264 | Download: 213 |
Cite |
Full Text Download
|
References
Albasri, H., Sektiana, S., Nurdin, E., & Saputra, R. (2021). Perikanan Budidaya Berkelanjutan (pp. 247–287).
Bere, M., Nani, P., Mau, S., Siki, Y., & Bria, Y. (2024). Pengukuran Perubahan Kualitas Warna Kain Tenun Malaka Berdasarkan Perbandingan Nilai RGB, MSE dan PSNR. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi Dan Sistem Informasi, 4, 184–195. https://doi.org/10.24002/konstelasi.v4i1.9215
Hidayah, M., Juliani, P., Marini, M., Alamri, A., Kolanus, L., & Astuti, C. (2024). Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Melalui Produksi Kain Tenun di Kampung Tenun Khatulistiwa. SOSIETAS, 13, 163–177. https://doi.org/10.17509/sosietas.v13i2.64983
Jamilah, & Nurmaningsih. (2024). Eksplorasi Etnomatematika pada Tenun Corak Insang Melayu Pontianak. JURNAL RISET PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH, 8, 1–9. https://doi.org/10.21009/jrpms.081.01
Mustofa, S., & Triyono. (2024). Analisis Filosofi Motif Kain Tenun Cual Dalam Upacara Adat Ngarak Telok Seroja Bangka Belitung. Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa, 9, 1–14. https://doi.org/10.30738/cilpa.v9i2.17885
Njara, F. (2022). Model Kebijakan Pelestarian Kain Tenun Ikat Kaliuda. JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 3, 184–193. https://doi.org/10.55314/jcoment.v3i3.289
Nugraha, R. (2024). Pesona Tenun Gadod Nunuk Majalengka.
Nurak, M., Hoban, N., & Wasa, D. (2024). Tenun Ikat Motif Burung Sese We’or Di Desa Watugong Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 8, 128–144. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v8i1.2893
Paulus, P. (2024). Pelestarian Budaya Tenun Ikat Dayak Melalui Kaderisasi Kaum Muda Di Kabupaten Sintang. FOKUS : Publikasi Ilmiah Untuk Mahasiswa, Staf Pengajar Dan Alumni Universitas Kapuas Sintang, 22. https://doi.org/10.51826/fokus.v22i2.1233
Rahma, A. A., Nurlaela, R. S., Meilani, A., Saryono, Z. P., & Pajrin, A. D. (2024). Ikan Sebagai Sumber Protein dan Gizi Berkualitas Tinggi Bagi Kesehatan Tubuh Manusia. Karimah Tauhid, 3(3), 3132–3142. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i3.12341
Rodli, A. F., & Hanim, A. M. (2022). Strategi Pengembangan Budidaya Maggot Bsf Sebagai Ketahanan Perekonomian Dimasa Pandemi. IQTISHADequity Jurnal MANAJEMEN, 4(1), 11. https://doi.org/10.51804/iej.v4i1.1584
Wulandari, C., & Zahra, M. (2024). Pengembangan Sentra Produksi Kain Tenun Tedunan sebagai Upaya Membangun Perekonomian Desa Tedunan yang Berkelanjutan. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 2, 188–197. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.9552
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Samsul Hadi, Deni Setiawan, Nazwa Rahmadina, Rizka Aulia Ramadani, Noor Rahmi Febriani, Nor Khadijah, M. Laily Qadry Sukma, Yusrii

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








Download